IKNPOS.ID – Kunjungan perdana Presiden RI Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai bukan sekadar agenda seremonial.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyebut langkah tersebut sebagai pesan politik tegas bahwa pembangunan IKN tetap berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari kepala negara.
“Ini pesan politik yang sangat jelas. Presiden Prabowo tidak hanya datang meninjau, tetapi menunjukkan perhatian dan komitmennya terhadap IKN,” ujar Rifqi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa.
Menurut Rifqi, kunjungan Presiden ke IKN pada Senin (12/1) menjadi pesan politik kedua setelah sebelumnya Prabowo menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025.
Perpres yang diteken pada Juni 2025 itu secara eksplisit mendukung target menjadikan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
Menepis Anggapan IKN Proyek Mubazir
Rifqi menegaskan, kehadiran langsung Presiden Prabowo di IKN sekaligus menjawab berbagai spekulasi publik yang meragukan kelanjutan proyek pemindahan ibu kota.
“Saya kira ini penting untuk membantah anggapan bahwa IKN adalah proyek mubazir atau setengah jalan. Dengan kunjungan ini, pesan politiknya sangat kuat,” katanya.
Ia menilai, keberlanjutan IKN sudah berada pada titik tanpa balik. Hal itu ditegaskan oleh payung hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara hingga Perpres 79 Tahun 2025.
“Tidak ada jalan kembali. Anggaran hampir Rp100 triliun sudah disahkan. Akan sangat mubazir jika pemerintah tidak segera memanfaatkan IKN sebagai ibu kota negara,” tegas Rifqi.
Pemindahan ASN
Rifqi juga menyoroti rencana pemindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN yang akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah memiliki strategi yang matang.
“Menteri PANRB sudah menyampaikan ke Komisi II bahwa pemerintah punya cetak biru pemindahan kementerian dan lembaga. Tinggal menunggu keputusan Presiden,” ujarnya.
Ia berharap keputusan tersebut bisa segera diambil, mengingat fasilitas hunian ASN di IKN sudah tersedia.
“Sudah ada rumah susun untuk sekitar 15 ribu orang. Kalau tidak segera ditempati, itu jelas pemborosan,” tambahnya.
Presiden Prabowo Subianto tiba di IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin (12/1) sore dalam rangka kunjungan kerja. Helikopter Super Puma yang membawa Presiden mendarat di helipad tepat di depan Istana Garuda menjelang petang.
Kedatangan Prabowo menandai dimulainya rangkaian agenda kerja di ibu kota baru tersebut, setelah sebelumnya melakukan kunjungan maraton ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, serta Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kunjungan ini pun memperkuat sinyal politik bahwa pemerintahan Prabowo tidak hanya melanjutkan, tetapi juga memberi perhatian serius terhadap masa depan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pemerintahan Indonesia.







