Keberadaan IKN memang membuka pintu peluang yang sangat luas, namun tanpa kesiapan infrastruktur pendukung di daerah tujuan wisata, potensi tersebut tidak akan membuahkan hasil yang maksimal.
Strategi promosi yang masif harus beriringan dengan perbaikan aksesibilitas. Jika pemerintah dan pemangku kepentingan tidak segera membenahi konektivitas antarwilayah, dikhawatirkan minat wisatawan akan beralih ke destinasi di luar negeri yang memiliki akses lebih mudah.
IKN harus terus diperkenalkan bukan sekadar sebagai pusat birokrasi, melainkan sebagai gerbang utama menuju petualangan ekowisata Kalimantan. Dengan penguatan infrastruktur transportasi yang stabil, Kalimantan Timur berpeluang besar menjadi destinasi unggulan yang mampu bersaing di level global.







