IKNPOS.ID – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai mengubah wajah pariwisata di Kalimantan Timur. Pembangunan masif dan tingginya aktivitas di kawasan calon pusat pemerintahan tersebut tercatat mampu mendongkrak pergerakan wisatawan domestik hingga 10 persen. Kota-kota penyangga seperti Balikpapan dan Samarinda kini menjadi magnet utama bagi para pelancong dalam negeri.
Peningkatan tren ini mayoritas berasal dari kunjungan berbasis kota (city tour). Wisatawan domestik, termasuk dari wilayah Asia Tenggara, mulai memadati pusat-pusat kuliner, sentra oleh-oleh, hingga titik-titik ikonik di Samarinda dan Balikpapan yang jaraknya cukup terjangkau dari area IKN.
Tantangan Segmen Wisatawan Mancanegara
Meski pasar domestik menunjukkan grafik positif, tantangan besar masih membayangi segmen wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa dan Amerika. Berbeda dengan turis lokal, wisatawan dari negara barat cenderung mencari pengalaman ekowisata orisinal di wilayah pedalaman Kalimantan.
Potensi ekowisata di pedalaman Kaltim sebenarnya merupakan aset terbesar yang paling diminati dunia internasional. Namun, faktor kepastian transportasi dan waktu tempuh yang sangat panjang masih menjadi penghambat utama. Hingga saat ini, para pelaku industri pariwisata masih menanti adanya penerbangan reguler yang stabil, seperti rute Balikpapan–Melak, guna mempermudah akses bagi turis asing menuju jantung Borneo.
Infrastruktur Pendukung Bukan Sekadar Penerbangan Langsung
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan membuka operasional rute penerbangan internasional perdana yang menghubungkan Samarinda, Kalimantan Timur (IKN) dengan Kuala Lumpur-Malaysia.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan, rute ini dijadwalkan mulai beroperasi di Bandara APT Pranoto pada Februari 2026.
“Ini adalah kabar yang sangat positif. Jika Samarinda terhubung langsung dengan jaringan internasional, hal itu akan menjadi trigger (pemicu) besar bagi kegiatan ekonomi kita,” ujarnya.
Namun, wacana pembukaan penerbangan langsung dari mancanegara, seperti rute Malaysia ke Samarinda, dinilai belum menjadi jaminan bagi kedatangan wisatawan asing dalam jumlah besar.







