IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN) dikembangkan dengan konsep kota hutan, di mana pembangunan perkotaan selaras dengan alam. Otorita IKN menargetkan 65 persen wilayahnya sebagai kawasan hutan tropis, sebagai fondasi ekologi yang mendukung keberlanjutan kota masa depan. Strategi ini tidak hanya mencakup penanaman pohon dan konservasi lahan, tetapi juga integrasi antara ruang hijau, hunian, dan infrastruktur publik yang ramah lingkungan.
Pendekatan ini menunjukkan transformasi kota modern yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pemeliharaan ekosistem. Dengan hutan tropis yang luas, IKN diharapkan mampu mengurangi dampak perubahan iklim, menurunkan polusi udara, serta menciptakan mikroklimat yang sehat bagi penduduk. Studi ilmiah membuktikan bahwa ruang hijau yang luas di perkotaan berkontribusi signifikan pada kesejahteraan fisik dan mental manusia serta memperkuat daya dukung ekosistem.
Kolaborasi Multi-Pihak untuk Keberlanjutan
Pembangunan IKN tidak dilakukan secara parsial, melainkan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Salah satu bukti nyata dari kolaborasi ini adalah peluncuran buku Potret Alam Nusantara, yang mendokumentasikan keanekaragaman hayati di kawasan IKN. Buku ini dibuat bersama Perkumpulan Mandala Katalika (MANKA), Burung Indonesia, Burungnesia, dan komunitas pengamat burung Nusantara.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyampaikan, “Buku ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas untuk membuktikan bahwa hutan di IKN tidak rusak. Keindahan satwa yang ada di Nusantara tidak mungkin kita nikmati jika hutannya tidak dijaga.” Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan filosofi pembangunan yang mengedepankan keseimbangan antara manusia dan alam, sekaligus meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi.
Dokumentasi Biodiversitas sebagai Dasar Kebijakan Lingkungan
Buku Potret Alam Nusantara menampilkan beragam spesies fauna, termasuk Julang Emas, Owa Kelawat, dan Kubung Malaya, yang menjadi indikator kualitas ekosistem di wilayah IKN. Dokumentasi ilmiah ini berfungsi sebagai referensi bagi kebijakan lingkungan, termasuk pengelolaan hutan tropis dan perlindungan spesies langka.
Keberadaan flora dan fauna yang terdokumentasi juga menjadi bukti ilmiah bahwa strategi kota hutan tidak hanya berbasis estetika, tetapi didukung oleh data ekologi. Penelitian modern menunjukkan bahwa ekosistem perkotaan yang sehat bergantung pada keberlanjutan biodiversitas, yang berperan dalam menjaga keseimbangan nutrien tanah, mengontrol hama, dan mempertahankan kualitas udara.







