IKNPOS.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus bertransformasi menjadi kota cerdas yang memprioritaskan keamanan maksimal. Terbaru, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mulai menerapkan metode pemasangan sensor kebakaran pintar pada gedung-gedung di kawasan inti, guna mengantisipasi risiko bencana sejak dini.
Penerapan teknologi ini menyusul adanya arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait revisi desain pembangunan IKN. Presiden menekankan pentingnya memaksimalkan fungsi bangunan agar lebih adaptif terhadap tantangan iklim dan risiko kebakaran, baik di area perkantoran maupun kawasan hutan yang mengelilinginya.
Mitigasi Kebakaran Berbasis Sensor Real-Time
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Kepala OIKN telah melaporkan penggunaan metode sensor kebakaran terbaru tersebut. Sensor-sensor ini dirancang untuk mendeteksi suhu panas ekstrem dan asap secara presisi di titik-titik rawan bangunan.
“Presiden meminta desain gedung dipikirkan matang-matang untuk antisipasi bencana. Kepala OIKN melaporkan bahwa metode pemasangan sensor-sensor kebakaran sudah mulai berjalan di lapangan,” jelas Prasetyo saat ditemui di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).
Langkah preventif ini tidak hanya menyasar bagian dalam gedung, tetapi juga terintegrasi dengan pengembangan infrastruktur penunjang seperti penambahan embung di sekitar kawasan bangunan. Embung tersebut berfungsi ganda: sebagai pengendali iklim mikro dan penyedia cadangan air cepat jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat kebakaran.
Jaminan Keamanan untuk Investor
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa penerapan standar keamanan tinggi ini merupakan bagian dari target besar transformasi IKN menjadi Ibu Kota Politik pada tahun 2028. Kunjungan kerja Presiden ke Nusantara pada 12-13 Januari lalu semakin memperkuat komitmen ini.
Menurut Basuki, kehadiran teknologi proteksi bencana yang canggih ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dunia usaha. Dengan sistem keamanan yang terjamin, para investor tidak perlu lagi ragu atau bersikap wait and see untuk menanamkan modal mereka di Nusantara.







