“Dalam kondisi seperti ini, strategi wait and see menjadi pilihan rasional sambil menunggu kejelasan arah kebijakan dan sentimen global,” ujarnya.
Meski demikian, Mirpuri menekankan bahwa secara historis, fase ketidakpastian kerap menjadi momentum awal bagi investor jangka panjang untuk mencermati peluang. Menurutnya, pasar sering kali mulai bergerak naik sebelum seluruh ketidakpastian benar-benar mereda.
Oleh karena itu, di tengah tekanan yang terjadi, investor mulai dapat mencermati saham-saham dengan fundamental kuat dan prospek jangka panjang yang menjanjikan.
Pada penutupan perdagangan Kamis, 29 Januari 2026, IHSG akhirnya ditutup di level 8.232 atau melemah sekitar 1 persen dibandingkan pembukaan. Total volume perdagangan tercatat mencapai 973 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp66,7 triliun.







