Rudal-rudal jarak pendek tersebut dilaporkan jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang tanpa laporan kerusakan. Meski begitu, otoritas militer Korea Selatan dan Amerika Serikat kini sedang menganalisis detail teknis peluncuran guna mengukur sejauh mana peningkatan kemampuan tempur rezim Kim Jong Un.
Signal Menjelang Kongres Partai Berkuasa Korut?
Peluncuran ini bukan tanpa alasan. Para pengamat meyakini aksi militer ini merupakan sinyal kuat menjelang kongres pertama partai berkuasa Korea Utara dalam lima tahun yang akan digelar awal bulan depan. Acara krusial tersebut diprediksi akan menguraikan arah kebijakan baru di bidang ekonomi, diplomasi, dan pertahanan.
Tercatat, Korut terakhir kali menembakkan rudal pada 4 Januari lalu, tepat saat Presiden Lee bersiap menuju Beijing untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Rentetan uji coba ini seolah menjadi pengingat bagi dunia bahwa Korea Utara tidak akan berhenti memperkuat benteng pertahanannya di tengah tekanan sanksi internasional. (*)







