IKNPOS.ID – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus memperkuat kualitas lingkungan perkotaan dengan meningkatkan estetika ruang terbuka hijau (RTH) seluas 6,8 hektare.
Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten PPU, Khairil Achmad, menyampaikan bahwa RTH memiliki peran strategis sebagai penopang kualitas hidup warga.
“RTH berfungsi sebagai paru-paru kota yang membantu menjaga kualitas udara tetap bersih dan segar, sekaligus berperan dalam pengendalian banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk,” ujar Khairil di Penajam, Jumat (23/1).
Menurutnya, ruang terbuka hijau juga dirancang sebagai ruang interaksi sosial yang ramah keluarga. Keberadaan RTH diharapkan mendorong masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat melalui aktivitas luar ruang, sekaligus menjadi destinasi rekreasi terjangkau bagi warga.
“RTH tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga sebagai tempat berkumpul, berolahraga ringan, dan mempererat hubungan sosial antarwarga,” jelasnya.
Lebih jauh, Pemkab Penajam Paser Utara mengintegrasikan pengembangan RTH dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kawasan tersebut dirancang untuk menampung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif.
RTH yang dikembangkan berlokasi di depan Stadion Panglima Sentik, Jalan Provinsi Kilometer 8, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam. Untuk proyek ini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp24 miliar.
Pengerjaan peningkatan estetika RTH telah dimulai sejak Juli 2025 dan ditargetkan selesai pada Februari 2026. Sejumlah fasilitas disiapkan, mulai dari area UMKM, gedung pengelola, hingga sarana penunjang seperti lintasan jalan santai dan fasilitas olahraga ringan.
Dengan konsep ruang publik terpadu, RTH tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas warga—tempat berolahraga, bersantai, hingga menggerakkan roda ekonomi lokal dalam satu kawasan yang hijau dan nyaman.







