IKNPOS.ID – Kesepakatan terbaru antara Kanada dan China menandai perubahan penting dalam strategi perdagangan Kanada.
Pemerintah Kanada memutuskan menurunkan tarif kendaraan listrik (EV) China dari 100% menjadi 6,1% untuk 49.000 kendaraan pertama setiap tahun.
Sebagai imbalannya, China menurunkan tarif pada beberapa produk pertanian Kanada, seperti biji kanola, lobster, dan kacang polong.
Dampak pada Pasar Kendaraan Listrik
Penurunan tarif ini memungkinkan mobil listrik China masuk ke pasar Kanada dengan harga lebih terjangkau.
Konsumen mendapatkan manfaat berupa pilihan kendaraan yang lebih murah dan efisien energi.
Namun, bagi produsen mobil Kanada dan AS, seperti Tesla, masuknya EV China meningkatkan persaingan dan bisa memengaruhi pangsa pasar lokal.
Diperkirakan sekitar 10% penjualan EV di Kanada akan berasal dari merek China setelah kesepakatan ini.
Dampak pada Sektor Pertanian
Kesepakatan ini juga memberi keuntungan bagi petani Kanada, khususnya di provinsi Saskatchewan, karena tarif biji kanola turun dari 84% menjadi sekitar 15%.
Penurunan tarif ini membuka peluang ekspor yang lebih stabil dan meningkatkan pendapatan sektor pertanian.
Tantangan dan Kritik
Beberapa pihak, seperti Premier Ontario, mengkritik kesepakatan ini karena dikhawatirkan merugikan ekonomi lokal dan menekan industri otomotif domestik.
Kekhawatiran muncul terkait kurangnya jaminan investasi dari China di sektor otomotif Kanada.
Kesimpulan
Kesepakatan Kanada-China membawa keuntungan bagi konsumen dan sektor pertanian, sekaligus memperkenalkan persaingan baru di pasar kendaraan listrik.
Strategi ini menunjukkan upaya Kanada untuk menyeimbangkan hubungan dagang dengan China sambil mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat, serta mendorong adopsi teknologi hijau di pasar lokal.
Referensi
Canada’s deal with China signals it is serious about shift from US – BBC News







