Home News CIPTAKAN RASA TAKUT! Pasal Zina di KUHP Digugat ke MK! Benarkah Negara Terlalu Jauh Campuri Urusan Ranjang Warga?
News

CIPTAKAN RASA TAKUT! Pasal Zina di KUHP Digugat ke MK! Benarkah Negara Terlalu Jauh Campuri Urusan Ranjang Warga?

Share
Pasal Zina di KUHP Digugat ke MK
Pasal Zina di KUHP Digugat ke MK
Share

IKNPOS.ID – Mahkamah Konstitusi (MK) tengah menyidangkan gugatan uji materi terhadap Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (UU KUHP), khususnya Pasal 411 ayat (2) yang mengatur tentang perzinaan.

Para pemohon menilai pasal tersebut menciptakan rasa takut (chilling effect) dan mengancam kebebasan kehidupan pribadi warga negara.

“Ketidakjelasan Pasal 411 ayat (2) KUHP menimbulkan chilling effect dalam kebebasan akademik dan secara nyata melanggar hak para Pemohon untuk mengembangkan diri dan berkomunikasi,” ujar salah satu Pemohon, Valentina Ryan M.

Pasal yang Dianggap Diskriminatif

Para pemohon, yang terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, menilai Pasal 411 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP menimbulkan efek gentar.

khususnya bagi orang dewasa yang menjalin hubungan intim secara suka sama suka di luar perkawinan sah.

Mereka merasa khawatir menjalin hubungan pribadi karena pasal tersebut membuka ruang pengaduan oleh orang tua atau anak bagi mereka yang belum menikah.

Para Pemohon menilai Pasal 411 ayat (2) KUHP bertentangan dengan sejumlah pasal dalam UUD NRI Tahun 1945.

Antara lain Pasal 28B ayat (1), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28C ayat (1), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28G ayat (1).

Mereka beranggapan bahwa pasal tersebut melanggar hak atas kebebasan pribadi, hak untuk membentuk keluarga, dan hak untuk mengembangkan diri.

Kriminalisasi Hubungan Seksual Konsensual

Para Pemohon juga menilai pasal tersebut mengkriminalisasi hubungan seksual konsensual dan kehidupan bersama orang dewasa tanpa dasar prinsip kerugian (harm principle) yang jelas.

Mereka menegaskan negara seharusnya tidak masuk terlalu jauh ke ranah privat warga negara.

Dalam sidang pemeriksaan pendahuluan, Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur meminta para Pemohon untuk memperjelas argumentasi permohonan dan memperkuat dasar argumentasinya agar posita dan petitum selaras.

Putusan MK atas gugatan ini akan memiliki implikasi yang signifikan terhadap hukum pidana di Indonesia. Khususnya terkait dengan pengaturan tentang perzinaan dan kebebasan pribadi warga negara.

Share
Related Articles
News

Pemkab PPU Bangun Gerai dan Gudang Koperasi Merah Putih, 54 Desa Siap Perkuat Ekonomi Lokal

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mulai merealisasikan...

Rakyat GREENLAND tegas menolak Amerika Serikat
News

SIKAP TEGAS GREENLAND: Tolak Amerika Serikat!

IKNPOS.ID - Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen secara terbuka dan tegas menolak...

IHPS BPK Bongkar Kebocoran Rp12.59 Triliun di PT Pupuk Indonesia
News

IHPS BPK Bongkar Kebocoran Rp12.59 Triliun di PT Pupuk Indonesia, Apa Saja?

IKNPOS.ID - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyoroti adanya kebocoran dan inefisiensi yang...

SKANDAL PINDAR SYARIAH, Dana Triliunan Rupiah Tertahan, DSI Disanksi Berat OJK
News

SKANDAL PINDAR SYARIAH! Dana Triliunan Rupiah Tertahan, DSI Disanksi Berat OJK

IKNPOS.ID - Masalah serius mengguncang industri pinjaman daring (Pindar) syariah. Otoritas Jasa...