Sinergi Lintas Sektor Berbasis Data
Sosialisasi PPIKN 2025 diikuti oleh 250 peserta dari berbagai lembaga pemerintah, mulai dari Bappeda Provinsi Kalimantan Timur, Badan Pusat Statistik, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hingga perwakilan dari 53 desa di wilayah delineasi IKN. Forum ini dirancang sebagai ajang dialog dan berbagi pengetahuan antar pemangku kepentingan, agar data dapat digunakan secara optimal untuk perencanaan lintas sektor.
Sinergi berbasis data memungkinkan koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan desa. Misalnya, kebijakan layanan kesehatan dapat disusun berdasarkan kepadatan dan komposisi usia penduduk, sedangkan pengembangan ekonomi lokal dapat menyesuaikan dengan karakteristik generasi muda dan migran.
Kesimpulan
Pemanfaatan data kependudukan PPIKN 2025 menjadi kunci untuk pembangunan IKN yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan memahami struktur demografi, proporsi generasi produktif, serta distribusi migran, pemerintah dapat menyusun kebijakan dan layanan publik yang tepat sasaran, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi.
Data bukan sekadar angka, tetapi menjadi alat strategis untuk memastikan setiap keputusan pembangunan di IKN didasarkan pada informasi yang akurat, sehingga kota ini dapat berkembang secara efisien dan menjadi model pembangunan bagi daerah lain di Indonesia.







