UPBU APT Pranoto menargetkan tingkat keterisian kursi (load factor) optimal di kisaran 10–12 penumpang per penerbangan, demi memastikan subsidi negara digunakan secara efisien.
Meski fokus utama penerbangan perintis adalah angkutan penumpang, pesawat tetap dapat dimanfaatkan untuk mengangkut logistik dan kebutuhan pokok ke wilayah pedalaman, selama kapasitas muatan masih tersedia.
Dorong Ekonomi dan Buka Isolasi Wilayah
Tidak ada persyaratan khusus bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan ini, selain ketentuan keselamatan standar seperti surat keterangan dokter bagi penumpang tertentu.
“Kami berharap penerbangan perintis ini mampu membuka keterisolasian wilayah 3TP, mempercepat pemerataan pembangunan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kalimantan Timur,” tutup Kadek.