Mitigasi sementara difokuskan pada pengamanan pilar di sisi Loa Buah, yang dinilai paling berisiko karena sudah tidak lagi memiliki pelindung fender.
“Pembatasan kendaraan di atas delapan ton tetap diberlakukan secara ketat untuk meminimalkan beban tambahan pada struktur jembatan yang masih dalam tahap evaluasi,” tambahnya.
DPUPR-Pera Kaltim memastikan bahwa hasil kajian teknis komprehensif terkait kondisi terkini Jembatan Mahakam Ulu akan segera disampaikan kepada publik sebagai bentuk transparansi terhadap keamanan salah satu aset vital Provinsi Kalimantan Timur tersebut.







