Catatan Dahlan Iskan

Tiba-tiba Paha

Share
Share

Itulah pilihan yang ia ambil untuk menghilangkan kankernya. Ia diskusi panjang dengan Karina. Ia jadi tahu: bagaimana prosesnya Karina menguasai T-cell. Yakni sejak menangani kanker ibunyi (lihat Disway: Nikmat Karina). Pun sampai bagaimana Karina mengembangkannya di Indonesia.

Karina memang sangat agresif dalam penggunaan T-cell untuk kanker. Saat melakukan stemcell biasanya kita “hanya” mendapatkan tambahan sel baru sebanyak 50 juta sampai 150 juta sel. Maksimal 200 juta. Tapi Karina memasukkan T-cell kepada pasien kanker sampai 1,2 miliar cell. Itu sekali suntikan.

Untuk si Pasar Minggu Karina menawarkan 15 kali tindakan. Artinya, 1,2 miliar cell T baru sebanyak 15 kali. Si Pasar Minggu setuju.

Setelah tiga kali tindakan T cell, ia merasa lebih sehat. Lalu ingin mempercepatnya dengan pergi ke Guangzhou. Ke salah satu rumah sakit di sana. Si Pasar Minggu sendirian ke Guangzhou. Kali pertama ke Tiongkok. Tanpa bisa bahasa Mandarin.

Di sana ia mendapat angin surga yang menyenangkan. Maka ia jalani pengobatan di sana: dilakukanlah TEACE/TACE. Pakai kateter. Lewat selangkangan.

Saya tahu TEACE. Saya pernah menjalaninya dua kali. Untuk TEACE obatnya dikirim lewat kateter. Langsung ke kanker. Tugas obat itu: memutus seluruh saluran darah yang menuju kanker. Dengan demikian kankernya mati –tidak bisa dapat makanan.

Sebulan kemudian saya diperiksa. Saluran darah ke kanker itu ternyata “nyambung” lagi. Itulah keajaiban saluran darah. Kalau diputus akan selalu mencari jalan baru.

Dokter melakukan TEACE lagi. Saluran darah baru diputus lagi. Tujuan TEACE itu, dalam kasus saya waktu itu, memang sekadar untuk buying time: jangan sampai meninggal karena kanker di saat menunggu datangnya hati orang lain yang akan menggantikan hati saya –yang penuh kanker dan sirosis. Dengan TEACE itu setidaknya kanker sudah berhenti berkembang selama satu bulan.

Dengan TEACE sekali lagi setidaknya satu bulan berikutnya kanker berhenti berkembang.

Dengan pergi ke Guangzhou berarti si Pasar Minggu menjalani tiga terapi sekaligus: obat kanker paru yang Rp 40 juta/butir, T-cell di Dr Karina, dan TAeCE di Guangzhou.

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Bertahan Menyerang

Oleh: Dahlan Iskan Ayolah ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan...

Catatan Dahlan Iskan

Cari Muka

Oleh: Dahlan Iskan "Papa saya masih aktif mengajar," ujar Ina Silas. Saya...

Jalan Baru
Catatan Dahlan Iskan

Jalan Baru

Oleh: Dahlan Iskan Di Amerika sendiri banyak yang berdoa agar perundingan Amerika-Iran...

Catatan Dahlan Iskan

Hotel Syiah

Oleh: Dahlan Iskan Jangan kaget: hotel mewah bintang lima yang dipakai tempat...