Finnews.id – Komisi V DPR RI mendesak pemerintah mengambil langkah cepat untuk menekan risiko bencana lanjutan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat setelah banjir bandang dan longsor melanda wilayah tersebut sepanjang pekan ini. Desakan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda yang menilai penanganan harus dilakukan lebih agresif, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca.
Huda menyampaikan keprihatinannya atas rangkaian bencana yang terjadi berulang di Sumatera bagian utara. Ia menilai kejadian tersebut menunjukkan masih lemahnya antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang saban tahun muncul saat puncak musim hujan.
“Bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali memperlihatkan bahwa kita belum mampu mengantisipasi kejadian hidrometeorologis dalam skala menengah maupun besar,” ujar Huda, Jumat 28 November 2025.
Ia menegaskan perlunya modifikasi cuaca di wilayah-wilayah rawan, terutama daerah lereng dan kawasan dengan tingkat kejenuhan tanah tinggi. Langkah itu dinilai efektif untuk mengurangi intensitas hujan dan mencegah luncuran material yang berpotensi menimbulkan longsor tambahan.
“Modifikasi cuaca menjadi opsi penting untuk menekan risiko bencana susulan,” ucapnya.
BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut
BMKG sebelumnya memperingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Sumatera beberapa hari ke depan. Kondisi atmosfer yang dipengaruhi dinamika regional diperkirakan dapat memunculkan hujan intensitas tinggi secara tiba-tiba.
Menurut Huda, peringatan dini BMKG harus ditindaklanjuti secara serius. Ia mengingatkan bahwa intensitas hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus berpotensi memperburuk kondisi tanah yang sudah jenuh, sehingga ancaman longsor dan banjir susulan tetap tinggi.
Dorongan Investigasi Penyebab Bencana
Selain penanganan cepat, Komisi V DPR mendorong pemerintah melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan faktor pemicu utama bencana yang terjadi. Huda menilai penting untuk mengetahui apakah peristiwa tersebut murni dipengaruhi cuaca ekstrem atau terdapat masalah ekologis yang memperburuk dampaknya.





















