Catatan Dahlan Iskan

Batalyon Ternak

Share
Share

Tahun depan mulai dibangun kantor gubernur yang baru. Lengkap dengan kantor DPRD Papua Pegunungan. Ini akan menjadi proyek paling besar di Wamena. Semoga uang baru segera mulai beredar di sini. Juga pekerjaan baru.

Anak-anak muda Wamena perlu lapangan kerja. Itulah salah satu jalan menuju tenang. Tanpa ada kesibukan dan pekerjaan, pikiran bisa berimajinasi ke mana-mana. Padahal kalau ekonomi bergerak di Wamena, kota ini sungguh menakjubkan daya tariknya.

Tentu harus ada aturan yang baik untuk mengatur pendatang. Para pendatang umumnya tinggal di rumah sementara. Rumah bedeng. Kalau pun mulai berjualan juga di kios sementara. Tata kota Wamena bisa terganggu oleh keadaan itu.

Wemena perlu disiapkan penataannya sejak dini. Mumpung belum telanjur ruwet seperti Sentani. Masih bisa ditata tanpa gejolak. Mumpung belum terlalu telat.

Mobil kami terus menyusuri kota. Saya lihat ada salib dalam ukuran besar. “Lewat sana,” pinta saya menunjuk ke salib.

“Itu tugu salib,” ujar sahabat Disway.

Terlihat tugu salib itu dipagari tinggi. Pekarangannya seluas sekitar 60 x 60 meter.

“Bolehkah saya masuk ke dalam pagar? Ingin lihat dalamnya,” pinta saya.

“Lokasi ini belum dibuka. Belum boleh dimasuki,” katanya. “Tugu salib ini bermasalah,” tambahnya. “Kepala PU dan kontraktornya masuk penjara”.

“Oh…”.

“Berapa biaya proyek tugu salib ini?”

“Rp 10 miliar”.

Sudah lebih lima tahun tugu salib itu dibangun. Sebagai calon ikon kota, rasanya nanggung. Kurang tinggi. Hanya enam meter. Juga kurang diangkat ke atas. Lokasinya juga hanya di sebuah kapling rata yang tidak luas. Tidak akan bisa disebut taman kota yang memadai.

Rasanya kantor gubernur yang baru nanti yang akan jadi ikon kota Wemena. Untuk membangunnya sudah banyak batu di sana. Hanya saja semennya tetap harus diterbangkan dengan pesawat. Harga satu sak semen antara Rp 450.000 sampai Rp 550.000 di Wamena.

Rasanya di antara 100 batalyon, baru batalyon yang di Wamena-lah yang perannya akan paling besar.

Batalyon baru itu, Anda sudah tahu: dinamakan Batalyon Teritorial Pembangunan. Disingkat BTP. Anda mudah mengingatnya: mirip singkatan nama Ahok.

Share
Related Articles
Tarim Tanah
Catatan Dahlan Iskan

Tarim Tanah

Oleh: Dahlan Iskan "Dari mana Anda tahu saya sedang di Tarim?" "Hari...

Catatan Dahlan Iskan

Berpisah Istri

Oleh: Dahlan Iskan Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu...

Imron Djatmika
Catatan Dahlan Iskan

Imron Djatmika

Oleh: Dahlan Iskan Inilah dua orang yang tahu kapan harus berhenti jadi...

FDI Purbaya
Catatan Dahlan Iskan

FDI Purbaya

Oleh: Dahlan Iskan Konkret saja. Saya mencoba inventarisasikan apa saja yang jadi...