Dengan potensi untuk memenangkan tender dari berbagai proyek tersebut, perseroan optimistis target nilai kontrak baru yang senilai Rp1,9 triliun akan tercapai pada akhir tahun 2025.
Lebih lanjut, Tomo mengungkapkan perseroan tengah melakukan beberapa proses tender yang berpotensi pengumumannya akan dilakukan pada akhir tahun 2025, diantaranya proyek Kementerian Perhubungan di Kota Medan, Sumatera Utara.
Kemudian, ujarnya pula, proyek yang berkaitan dengan program Sekolah Rakyat (SR), serta proyek pembangunan beberapa gedung fakultas di Univesitas Brawijaya (UB) dan di Bogor.
“Ini merupakan strategi pemasaran yang sifatnya non-konvensional. Karena kami berusaha untuk menggandeng investor. Kami sebagai integrator untuk bisa menjalin kerjasama dengan beberapa universitas, sehingga bisa kami ciptakan suatu proyek dengan pola KPPU atau kerjasama di luar tender konvensional,” ujar Tomo.







