Home Borneo Provinsi Penyangga IKN Tempati Peringkat Dua Indeks Ketahanan Pangan Nasional
Borneo

Provinsi Penyangga IKN Tempati Peringkat Dua Indeks Ketahanan Pangan Nasional

Share
Share

OIKNPOS.ID – Kalimantan Timur (Kaltim) menduduki peringkat kedua nasional dalam Indeks Ketahanan Pangan (IKP) tahun 2025 dengan kategori Sangat Tahan (nilai 80,82).

Menurut Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji di Samarinda, Kamis, 2 Oktober 2025, dengan predikat tersebut harus memacu Kaltim untuk segera berbenah dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan pada 2026.

Pasalnya, lanjut Seno, meskipun Kaltim mendapat peringkat tinggi secara nasional, namun faktanya untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah masih tergantung dari wilayah lainnya.

“Indeks ketahanan pangan kita ini nomor 2 se-Indonesia, paling top. Tapi indeks ini adalah semu. Artinya, seolah-olah kita berjaya, seolah-olah kita hebat, namun pada kenyataannya kita sangat membutuhkan pasokan pangan dari luar,” ujar Seno Aji saat memimpin rapat koordinasi Ketahanan Pangan bertema “Kaltim Menuju Swasembada Pangan” yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.

Seno, mengungkapkan kelemahan itu terbukti saat Kaltim sempat diuji dengan isu adanya beras oplosan di pasaran.

“Kemarin kita sudah dicoba dengan adanya indikasi beras oplosan. Dalam waktu seminggu kita sudah kelabakan. Semuanya bingung, tidak ada beras di mana-mana. Nah, ini menunjukkan bahwa sebenarnya ketahanan pangan kita ini ringkih (rapuh), kita tidak sehat,” tegasnya.

Untuk mengejar kemandirian pangan, Pemprov Kaltim telah serius mengembangkan kawasan sentra produksi terpadu, modern, dan berkelanjutan di beberapa lokasi prioritas.

Di antaranya di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Kartanegara (Kukar), Mahakam Ulu, Kutai Barat (Kubar), dan Berau.

Upaya pemerintah dalam menggenjot produksi pangan mulai menunjukkan hasil signifikan. Wagub Seno Aji memaparkan adanya lonjakan produksi gabah kering Kaltim, dari sekitar 230 ribu ton per tahun menjadi 305 ribu ton per Agustus 2025.

Dengan hasil tersebut, ia memprediksi total produksi gabah kering Kaltim bisa mendekati 400 ribu ton hingga akhir tahun 2025.

Seno Aji mendorong semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten/Kota, untuk ambil bagian dalam mengembangkan lahan pertanian.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....