Home Tekno Nilai Pi Network Terus Turun, Saatnya Beli atau Tunggu Koreksi Lebih Dalam?
Tekno

Nilai Pi Network Terus Turun, Saatnya Beli atau Tunggu Koreksi Lebih Dalam?

Share
Harga Pi Network
Harga kripto Pi Network (PI) di Indonesia pada Jumat, 10 Oktober 2025, terpantau melemah ke kisaran Rp3.757 per PI, sejalan dengan koreksi yang terjadi di pasar aset digital global.
Share

IKNPOS.ID – Pasar kripto kembali bergejolak, kali ini karena pergerakan harga Pi Network (PI) — aset digital yang dikenal sebagai kripto hasil tambang ponsel. Setelah sempat populer berkat konsep mobile mining yang mudah diakses, kini Pi kembali menjadi sorotan akibat fluktuasi harganya yang semakin tajam.

Dalam beberapa pekan terakhir, nilai PI terus mengalami tekanan hingga menyentuh level terendah di bawah $0,25 per koin, memunculkan tanda tanya besar di kalangan investor: apakah ini awal kehancuran, atau justru fase akumulasi sebelum kebangkitan harga?

Meskipun banyak pelaku pasar menunjukkan sikap pesimistis, sejumlah analis menilai ada sinyal teknikal positif yang berpotensi menandai pembalikan arah harga dalam waktu dekat. Namun, faktor fundamental seperti jadwal token unlock, aktivitas whale, serta melemahnya minat beli ritel masih menjadi hambatan utama bagi pergerakan Pi.

Kombinasi antara harapan dan kekhawatiran inilah yang menjadikan Pi Network sebagai salah satu aset paling menarik untuk diamati di tengah dinamika pasar kripto global saat ini.

Harga dan Pergerakan Pasar Terbaru

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Pi Network (PI) saat ini berada di kisaran $0,2425 per koin, dengan volume perdagangan harian mencapai $38,6 juta.
Total suplai yang beredar mencapai 7,7 miliar PI dari maksimum 100 miliar token, menempatkan Pi di jajaran aset kripto dengan kapitalisasi pasar menengah.

Sementara itu, CoinGecko mencatat harga Pi berada di kisaran $0,34–$0,35, menunjukkan adanya perbedaan nilai antar platform.
Secara mingguan, harga Pi turun sekitar 9%, sedangkan dalam sebulan terakhir penurunan mencapai lebih dari 30%, menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar.

Perbedaan harga antar bursa memperlihatkan bahwa likuiditas Pi masih belum stabil, dan volume perdagangan ritel belum cukup kuat untuk menahan pergerakan besar dari investor institusional.

Analisis Teknis: Potensi Breakout di Tengah Tekanan

Dari sisi teknikal, grafik Pi menunjukkan peluang breakout dari pola descending channel.
Menurut analisis FXStreet, jika harga berhasil menembus area $0,3610, maka target kenaikan selanjutnya berada di sekitar EMA 50 hari di $0,3836. Namun, bila tekanan jual berlanjut, Pi berisiko turun ke area support $0,19–$0,20.

Share
Related Articles
Huawei MatePad Mini 2
Tekno

Bocor! Huawei MatePad Mini 2 Siap Rilis, Bawa Layar OLED dan 5G Super Ngebut

IKNPOS.ID – Informasi terbaru mengenai tablet generasi terbaru dari Huawei mulai mencuat...

realme c100
Tekno

GILA! realme C100 Siap Guncang Pasar, HP Tahan Banting Khusus Mahasiswa dengan Desain Unik Blooming

IKNPOS.ID – realme kembali bersiap meramaikan pasar entry-level dengan menghadirkan perangkat terbaru...

Melalui peluncuran global Redmi K90 Max , Xiaomi, vendor asal China ini resmi memperkenalkan standar baru dalam ketahanan daya smartphone.
Tekno

Xiaomi Uji Ponsel Redmi dengan Baterai 10.000 mAh, Tren Baru di Industri Smartphone

Xiaomi dilaporkan sedang mengembangkan tiga ponsel pintar terbaru melalui submerek Redmi yang...

Tekno

Harga HP Samsung Terbaru April 2026 Stabil, A Series Justru Naik! Ini Daftar Lengkapnya

IKNPOS.ID - Pasar smartphone Tanah Air kembali menunjukkan dinamika menarik. Per 26...