Home Ragam Kemenkes: Menu MBG Wajib Dimasak Segar, SPPG Tak Boleh Sajikan Snack Kemasan
Ragam

Kemenkes: Menu MBG Wajib Dimasak Segar, SPPG Tak Boleh Sajikan Snack Kemasan

Share
Share

IKNPOS.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperketat pengawasan terhadap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), dengan tegas melarang tren penggantian menu utama dengan snack kemasan atau biskuit, menekankan bahwa makanan yang disajikan haruslah dimasak segar dan berproses.

Pernyataan ini muncul menyusul temuan di lapangan bahwa banyak SPPG beralih menyajikan makanan kering instan, serta adanya laporan kasus keracunan pangan yang fluktuatif di sejumlah kabupaten.
Makanan Dimasak Jauh Lebih Baik untuk Kesehatan

Wamenkes Benjamin menyoroti bahwa penggunaan snack kemasan tidak sejalan dengan filosofi Program MBG yang bertujuan memberikan gizi optimal dan memberdayakan ekonomi lokal.

“Saya setuju bahwa dari Kementerian Kesehatan, masyarakat harus diberikan makanan yang dimasak. Karena makanan yang berproses dan dimasak itu jauh lebih baik untuk kesehatan penerima manfaat dibanding kita pakai biskuit atau makanan kering lain,” ujar Wamenkes Benjamin dalam temu media di Gedung Kemenkes, Jakart, Minggu 19 Oktober 2025.

Ia menjelaskan bahwa makanan yang dimasak cenderung lebih aman dari risiko kontaminasi dan lebih mudah dikontrol kandungan gizinya sesuai pedoman gizi seimbang.

Respon Atas Kasus Keracunan dan Penggantian Menu

Keputusan ini juga merupakan respons terhadap sejumlah kasus keracunan pangan MBG. Meskipun kasus tersebut dinilai fluktuatif sempat mencapai 439 kasus di delapan kabupaten, Kemenkes menargetkan “zero case” atau nol kasus keracunan dalam program ini.

Beberapa alasan SPPG beralih ke makanan kering, seperti disampaikan Wamenkes Benjamin, adalah kendala operasional, keterbatasan waktu, atau belum tersedianya dapur yang layak. Namun, Kemenkes menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat mengesampingkan kualitas dan keamanan pangan.

“Target kita ya harus zero, tidak boleh ada orang keracunan. Makanan yang dimasak itu kualitasnya lebih aman dibanding kita pakai biskuit atau makanan kering lain,” tegasnya.

Pengawasan Dapur dan Keamanan Pangan Lokal

Untuk memastikan kepatuhan terhadap standar gizi dan keamanan, Kemenkes telah mengambil langkah-langkah, termasuk menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur-dapur SPPG.

Share
Related Articles
Bank BNI
Ragam

BNI Tawarkan Diskon Belanja Ramadan hingga Rp70.000 di Berbagai Ritel Modern

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan program...

Bank BNI
Ragam

BNI hadirkan Diskon hingga Rp2 Juta di Berbagai Merchant Fashion Favorit Jelang Lebaran

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan promo...

wondr by BNI
Ragam

Beli Sukuk Ritel SR024 Pakai wondr by BNI Bisa Dapat Cash Back Sampai Rp29 Juta

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus menghadirkan...

wondr by BNI
Ragam

BNI Ajak Masyarakat Rencanakan Keuangan di Ramadan lewat Fitur Growth wondr

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengajak masyarakat...