Home Ragam Ini Baik Buruknya Gebrakan Menkeu Purbaya Versi Pengamat Ekonomi
Ragam

Ini Baik Buruknya Gebrakan Menkeu Purbaya Versi Pengamat Ekonomi

Share
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Share

IKNPOS.ID – Meski baru satu bulan lebih dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) periode 2024-2029 menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Purbaya Yudhi Sadewa sudah banyak menarik perhatian publik lewat sejumlah gebrakannya dalam dunia perekonomian.

Salah satu keputusan Menkeu Purbaya yang paling menghebohkan adalah penolakannya terhadap usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Pandjaitan, dalam rencana pembentukan family office di Indonesia. Terutama, apabila pembangunan tersebut nantinya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berbagai gebrakan ini pun juga turut menjadi perhatian para Ekonom serta Pengamat Ekonomi. Menurut Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, tindakan Menkeu Purbaya ini sendiri sebenarnya juga memberikan sinyal positif bahwa pemerintah ingin keluar dari “zona nyaman”.

“Publik dan investor melihat bahwa pemerintah tidak hanya bicara stabilitas tetapi juga akselerasi,” ucap Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Rabu 22 Oktober 2025.

Sebagai contoh. Achmad menyoroti strategi Purbaya dalam merubah sistem Pengaturan Likuiditas. Dalam hal ini, dana pemerintah yang “ngendap” di BI dipindahkan ke bank komersial untuk meningkatkan kredit.

“Ini adalah pendekatan baru dalam menghubungkan surplus likuiditas dengan kebutuhan sektor riil. Inilah bagian yang sering luput, dan sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tuntutan publik yang meningkat,” tutur Achmad.

Kendati begitu, Achmad juga turut menambahkan bahwa meskipun gagasan yang diberikan Menkeu Purbaya dinilai brillian, ada juga beberapa hal yang patut diwaspadai.

“Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memang brilian, ambisius, jelas, optimistis, didukung data dan keyakinan. Tapi untuk menuju sana, kita harus melakukan langkah-langkah yang memperkuat sumber daya, manusia, infrastruktur, regulasi, bersamaan dengan dorongan likuiditas dan peran sektor swasta,” tegas Achmad.

Dugaan Perang Dingin Purbaya dan Luhut

Terkini, interaksi antara Menkeu Purbaya dan Luhut turut menjadi sorotan usai tertangkap tak saling tegur sapa dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, yang digelar pada Senin 22 Oktober 2025 lalu.

Share
Related Articles
srikandi btn
Ragam

Peran Strategis Srikandi BTN dalam Mendorong Masa Depan Perusahaan

IKNPOS.ID - Direktur Treasury & International Banking BTN sekaligus Pembina Srikandi BTN...

Suroso Isnandar
Ragam

Direktur PLN Suroso Isnandar Terpilih Jadi Anggota MWA UGM Periode 2026–2031

IKNPOS.ID - Suroso Isnandar, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT...

BNI
Ragam

BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga

IKNPOS.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mempertegas komitmennya terhadap...

Mafia Pangan
Ragam

Prof. Sembiring: Defian Qory Afiliasi Mafia Pangan, Mengaku Staf Bappenas

IKNPOS.ID - Prof. Hasil Sembiring, peneliti di International Rice Research Institute (IRRI),...