Home News Wacana Relokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Mencuat, Menkeu Purbaya Buka Suara
News

Wacana Relokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Mencuat, Menkeu Purbaya Buka Suara

Share
Share

Mensesneg Prasetyo Buka Opsi Bantuan Tunai

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ikut menanggapi. Ia menyebut ide mengalihkan anggaran MBG menjadi bantuan tunai sebenarnya sudah lama muncul sejak tahap perancangan awal.

Namun, pemerintah menilai skema dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini dijalankan BGN masih merupakan opsi terbaik.

“Bahwa masih ada catatan-catatan, ya betul kita akui. Tapi konsep yang sekarang dijalankan dianggap paling tepat untuk saat ini,” ucapnya.

BGN Klaim Penyerapan Akan Melonjak di Akhir Tahun

Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa lambatnya penyerapan karena pembangunan SPPG tidak bisa instan.

Pada Januari 2025, hanya ada 190 unit dapur yang aktif sehingga penyerapan kecil. Kini sudah ada 8.344 dapur dengan target 20.000 SPPG pada Oktober mendatang.

“Kalau Oktober sudah 20 ribu SPPG, maka penyerapan bisa Rp20 triliun sendiri. Jadi wajar kalau besarannya baru kelihatan di akhir tahun,” jelas Dadan.

Indef Ingatkan Risiko: Keracunan, Korupsi, dan Beban Fiskal

Namun, lembaga riset Indef memberi peringatan keras. Menurut Izzudin Al Farras, program MBG menyimpan potensi masalah besar jika tidak segera dievaluasi:

  1. Kasus keracunan massal – hingga Agustus 2025, sudah ada lebih dari 4.000 siswa jadi korban.

  2. Dugaan dapur fiktif dan food tray bermasalah – termasuk kabar adanya bahan makanan mentah, hewan hidup, hingga dugaan penggunaan minyak babi.

  3. Ancaman skandal korupsi di masa depan karena pengawasan yang lemah.

  4. Beban fiskal raksasa – anggaran MBG 2026 sudah dipatok Rp335 triliun, setara 29% anggaran pendidikan dan 10% anggaran kesehatan.

Indef menilai, kondisi ini justru berpotensi menggerus kualitas SDM alih-alih meningkatkan gizi anak bangsa.

Nasib MBG di Ujung Tanduk

Program Makan Bergizi Gratis kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, program ini adalah janji kampanye besar Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.

Namun di sisi lain, implementasinya penuh masalah: keracunan massal, serapan anggaran rendah, hingga risiko fiskal jebol.

Jika tidak ada percepatan, maka relokasi anggaran MBG pada Oktober 2025 bisa jadi langkah tegas yang harus diambil pemerintah.

Share
Related Articles
Kerukunan adalah fondasi utama pembangunan di Kalimantan Utara.
News

Kaltara Siaga Damai! Resep Rahasia Kemenag Satukan Tokoh Lintas Agama dalam Satu Meja

IKNpos.id - Di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas Kalimantan Utara, Kantor...

Penajam Paser Utara tancap gas! Dibutuhkan anggaran Rp200 miliar untuk menata pelabuhan sebagai pintu gerbang utama IKN.
News

IKN di Depan Mata! Pemkab PPU Butuh Suntikan Rp200 Miliar Demi Sulap Pelabuhan jadi Gerbang Megah

IKNpos.id - Menyongsong statusnya sebagai daerah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN),...

Kompetisi yang diinisiasi oleh Pengurus Kabupaten Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Kotim
News

Siapa Raja Balak? Turnamen Domino Resmi Pertama di Kotim Digelar, Hadiah Menggiurkan Menanti!

IKNpos.id - Sejarah baru baru saja ditorehkan di tanah Kotawaringin Timur. Olahraga...