Home News Topan Ragasa Mengamuk, China Tutup Sekolah dan Penerbangan: Mampir Indonesia Gak Nih?
News

Topan Ragasa Mengamuk, China Tutup Sekolah dan Penerbangan: Mampir Indonesia Gak Nih?

Share
topan Ragasa
Topan Ragasa melanda Asia Timur, memaksa China menutup sekolah dan membatalkan penerbangan. Warga Hong Kong dan Guangdong bersiap menghadapi gelombang tinggi dan angin kencang, sementara Filipina melaporkan korban jiwa dan ribuan pengungsi.FotoWikipedia
Share

IKNPOS.ID – Topan super Ragasa telah memaksa sejumlah kota di Tiongkok selatan menutup sekolah, menghentikan sebagian aktivitas bisnis, dan membatalkan ratusan penerbangan, sebagai langkah antisipasi terhadap salah satu badai terkuat dalam beberapa tahun terakhir.

Badai ini sebelumnya telah menewaskan tiga orang dan memaksa ribuan warga Filipina mengungsi akibat banjir dan longsor.

Menurut observatorium Hong Kong, Ragasa membawa angin kencang dengan kecepatan maksimal sekitar 230 km/jam dan diperkirakan bergerak ke barat laut dengan kecepatan 22 km/jam, mendekati pesisir Guangdong.

Pusat Meteorologi Nasional China memperkirakan topan akan mendarat antara Shenzhen dan Xuwen pada Rabu. Observatorium Hong Kong pun mengeluarkan peringatan angin kencang level 8, salah satu peringatan tertinggi, sementara pihak berwenang memantau kemungkinan peningkatan sinyal peringatan.

Gelombang tinggi diperkirakan mencapai 2 hingga 5 meter di sepanjang pesisir Hong Kong, sebanding dengan dampak yang ditimbulkan Topan Hato (2017) dan Mangkhut (2018), yang menimbulkan kerugian ekonomi hingga ratusan juta dolar Hong Kong. Warga di daerah rawan banjir telah menyiapkan pasir, penghalang, dan peralatan pengaman jendela, serta menimbun kebutuhan sehari-hari.

Selain Hong Kong, sekolah-sekolah di Makau dan kota-kota lain seperti Shenzhen, Foshan, dan Haikou juga diliburkan. Bandara Shenzhen menghentikan semua penerbangan mulai Selasa malam, sementara pemerintah Makau mengaktifkan mekanisme darurat, mengantisipasi Ragasa yang diperkirakan melewati 100 km selatan pusat kota kasino.

Di Taiwan, topan ini melukai sedikitnya enam orang dan memaksa lebih dari 7.000 warga dievakuasi, sementara 8.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Filipina melaporkan setidaknya tiga orang tewas, lima lainnya hilang, dan lebih dari 17.500 orang terdampak banjir dan tanah longsor, menjadikan Ragasa badai paling kuat yang melanda Filipina tahun ini.

Korban jiwa termasuk seorang pria berusia 74 tahun yang tewas saat diangkut ke rumah sakit setelah terjebak dalam kendaraan tertimbun lumpur, batu, dan pohon yang jatuh dari lereng gunung di Benguet. Dua korban lainnya meninggal di wilayah terpencil, termasuk sebuah pulau di utara provinsi Cagayan.

Share
Related Articles
News

Tol IKN Seksi 1B Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026, Solusi Atasi Kemacetan di Balikpapan

IKNPOS.ID - Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur resmi...

News

Integritas Jaksa Bukan Cuma Soal Aturan, Setia Untung Arimuladi: Semua Bermula dari Meja Makan Keluarga

IKNPOS.ID - Selama ini, bicara soal integritas jaksa selalu identik dengan kode...

Rp 70 Triliun Sudah Parkir di IKN
News

Otorita IKN Susun Standar Baru Perizinan Pendidikan

IKNPOS.ID - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menyusun standar baru untuk...

News

Wisata Edukasi di IKN Makin Ramai, Pemandu Lokal Siap Temani Pengunjung Jelajahi KIPP

IKNPOS.ID - Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin ramai dikunjungi masyarakat yang...