Home Borneo Sistem LEISA Dongkrak Panen Padi di Kabupaten Penyangga IKN Jadi 6,2 Ton per Ha
Borneo

Sistem LEISA Dongkrak Panen Padi di Kabupaten Penyangga IKN Jadi 6,2 Ton per Ha

Share
Share

IKNPOS.ID – Ketahanan pangan menjadi perhatian serius daerah-daerah di seluruh Indonesia. Salah satu kabupaten yang terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan adalah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebagai upaya meningkatkan produktivitas pangan, Pemkab Kukar melakukan uji coba penanaman padi dengan menerapkan sistem Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA).

Uji coba ini berhasil mendongkrak produktivitas panen padi dari sebelumnya 3,6 ton per hektare menjadi 6,2 ton per hektare.

Sistem LEISA merupakan pola untuk mendukung modernisasi pertanian, termasuk menerapkan aplikasi digital farming melalui pemanfaatan drone sprayer agriculture.

“Sistem ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah, termasuk untuk mengendalikan inflasi di Kaltim,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim, Budi Widihartanto, Minggu, 14 September 2025.

Menurut Budi, BI Kaltim sebagai pendorong uji coba penerapan sistem LEISA, merasa senang dengan hasil yang dicapai.

Sebab, hasil uji coba yang diterapkan di Kelurahan Bukit Biru, Kabupaten Kutai Kartanegara, menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, yakni sekitar 74 persen.

Dengan produksi padi yang meningkat, ia memproyeksikan suplai bahan pokok bakal terpenuhi dari lokal sekaligus para petani bisa meningkat kesejahteraannya.

Di sisi lain penerapan sistem LEISA berarti akan terjadi transformasi modernisasi pertanian dengan biaya produksi lebih efisien dan produktivitas lebih meningkat.

Ia juga menjelaskan, ke depan akan lebih optimistis laju inflasi terjaga baik untuk jangka menengah maupun panjang, karena ada kepastian suplai bahan pokok dari lokal.

Ada Dua Kelompok Tani yang Dilibatkan

Ada dua kelompok tani yang dilibatkan dalam uji coba ini, yakni Gapoktan Citarum dan Gapoktan Sukamaju. Masing-masing memperoleh hasil panen 5,3 ton GKG per hektare dan 7,23 ton GKG per hektare, sehingga rata-rata sebanyak 6,2 ton GKG per hektare.

“BI Kaltim telah melakukan program serupa di beberapa kabupaten/kota di Kaltim seperti di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, Kubar, dan Kabupaten Mahakam Ulu,” katanya.

Share
Related Articles
Borneo

Proyek Gedung DPR hingga MA di IKN Tetap Jalan, Tak Terdampak Efisiensi Anggaran

IKNPOS.ID - Pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di Ibu Kota Nusantara (IKN)...

Pembatalan uang transport ormas Kaltim
Borneo

Buntut Gaduh di Medsos, Pemprov Kaltim Resmi Batalkan Rencana Uang Transport Ormas

IKNPOS.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) akhirnya mengambil langkah tegas...

Borneo

Polisi dan Warga Kompak Bersihkan Drainase di Sungai Parit, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

personel Polsek Penajam bersama masyarakat turun langsung melakukan kerja bakti memperbaiki drainase...

Borneo

Propam Polda Kaltim Gelar Gaktibplin, Tekankan Disiplin dan Profesionalisme Personel Polres PPU

Komitmen menjaga marwah institusi terus diperkuat.