Home Tekno Mengulik Staking Crypto: Cara Kerja, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Aturan Pajak di Indonesia
Tekno

Mengulik Staking Crypto: Cara Kerja, Jenis, Keuntungan, Risiko, dan Aturan Pajak di Indonesia

Share
Share

IKNPOS.ID – Staking crypto belakangan makin populer di kalangan investor ritel. Konsepnya sederhana, pemilik aset digital mengunci token mereka di jaringan proof-of-stake (PoS) untuk mendukung validasi transaksi sekaligus memperoleh imbalan.

Ethereum Foundation menjelaskan, “Staking is the act of depositing 32 ETH to activate validator software.” Artinya, staking bukan sekadar menyimpan aset, melainkan juga berpartisipasi langsung dalam keamanan ekosistem blockchain.

Dengan mekanisme ini, staking dipandang sebagai salah satu cara paling efektif menciptakan pendapatan pasif (passive income) dari aset kripto. CoinDesk bahkan menyebut,

“Staking offers crypto holders a way of putting their digital assets to work and earning passive income.”

Apa Itu Staking Crypto dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara sederhana, staking crypto adalah proses menempatkan aset digital di jaringan PoS agar bisa ikut menjaga konsensus dan validasi transaksi.

Sebagai gantinya, pemilik token akan menerima reward periodik dalam bentuk token tambahan. Jumlah imbalan ini biasanya dihitung berdasarkan Annual Percentage Yield (APY) yang berbeda tiap blockchain.

Jenis-Jenis Staking Crypto untuk Pemula

Bagi investor baru, penting memahami jenis-jenis staking yang tersedia agar bisa memilih strategi sesuai kebutuhan:

1. Native atau Solo Staking

  • Investor menjalankan node validator sendiri.

  • Contoh: setoran minimum 32 ETH di jaringan Ethereum.

  • Memberi kontrol penuh, tetapi butuh keahlian teknis dan perangkat keras khusus.

2. Exchange atau Custodial Staking

  • Dilakukan lewat bursa kripto seperti Binance, Coinbase, atau Indodax.

  • Praktis untuk pemula karena hanya perlu menyimpan aset di platform.

  • Risiko: adanya biaya tambahan dan potensi regulasi pihak ketiga.

3. Liquid Staking

  • Investor mendapat token representatif yang bisa diperdagangkan.

  • Aset tetap “terkunci” untuk staking, tapi masih bisa digunakan di DeFi atau dijual di pasar.

  • Coinbase Institutional menyebut, keunggulan utama liquid staking adalah likuiditas.

Keuntungan Staking Crypto: Bukan Sekadar Passive Income

Melakukan staking crypto memberi beberapa keuntungan, antara lain:

Share
Related Articles
Tekno

Bocoran Vivo Y600 Pro Terbaru: Bawa Baterai Raksasa 10.200 mAh dan Sertifikasi IP69

IKNPOS.ID - Pasar ponsel pintar kembali geger dengan peluncuran Vivo Y600 Pro...

Tekno

Bocoran Huawei Mate XT 2: Engsel Lebih Kokoh dan Baterai Lebih Besar

Huawei dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel lipat tiga generasi terbarunya, Huawei Mate...