IKNPOS.ID – Salah satu sektor yang telah disiapkan dengan serius sebelum Ibu Kota Nusantara (IKN) benar-benar berfungsi sebagai ibu kota adalah pengolahan sampah.
Saat ini, IKN telah memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST 1 IKN yang berlokasi di lahan seluas 22,15 hektare ini dirancang dengan desain futuristik dan terintegrasi dengan lingkungan hijau.
Fasilitas ini memiliki kemampuan mengolah 74 ton sampah dan 15 ton lumpur per hari, bahkan mampu mengubah sampah menjadi energi baru terbarukan (EBT). Hal ini sejalan dengan prinsip IKN sebagai smart city dan Future Smart Forest City of Indonesia.
Proyek senilai Rp505 miliar ini telah rampung 100 persen dan dilengkapi dengan sistem pemantauan berbasis internet yang memungkinkan masyarakat melihat proses pengelolaan sampah secara transparan.
Dengan segala inovasinya, TPST IKN tidak hanya mendukung lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi berbagai pihak yang ingin menciptakan nilai tambah dari limbah.
Proyek pengolahan sampah di IKN bahkan menjadi model percontohan bagi daerah lain. Salah satunya adalah Bank Sampah Binsik Paser.
Perwakilan Bank Sampah Binsik Paser telah melakukan kunjungan untuk mempelajari inovasi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan di fasilitas tersebut.
Direktur Bank Sampah Binsik Paser, Achmad Zidan, bersama timnya meninjau langsung operasional TPST IKN pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Kunjungan ini bertujuan untuk menjajaki kerja sama dan menginspirasi cara-cara baru dalam mengolah sampah organik, anorganik, hingga residu.
“Sampah tidak hanya sekadar limbah, tetapi bisa disulap menjadi barang bernilai guna dan bernilai jual,” ujar Achmad Zidan.