IKNPOS.ID – Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Sudiro Roi Santoso, menyatakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) lebih menarik dibandingkan investasi langsung (direct investment).
Alasannya karena KPBU menawarkan kepastian pembayaran melalui skema jangka panjang. OIKN juga menyatakan, investasi sekitar Rp4,3 triliun masuk ke IKN melalui skema KPBU.
Penambahan investasi ini memperkuat peran sektor swasta dalam pembangunan IKN, sekaligus menjadi bukti progres nyata fase konstruksi.
Hunian ASN diproyeksikan menampung populasi awal Nusantara, sementara jalan menjadi infrastruktur vital mobilitas dan konektivitas.
“Komitmen baru senilai Rp4,3 triliun ini juga menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi IKN. Dengan pembiayaan swasta, pemerintah dapat lebih fokus mengalokasikan APBN untuk sektor strategis lain seperti pendidikan, kesehatan, dan subsidi,” jelas Sudiro, Kamis, 28 Agustus 2025.
Kolaborasi KPBU pun dipandang sebagai langkah progresif menuju IKN yang modern, berkelanjutan, dan layak huni, serta menjadi sinyal kuat bahwa proyek strategis nasional ini terus bergerak maju.