IKNPOS.ID – Masa depan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) ada di sektor pertanian dalam arti luas, seperti tanaman pangan, perkebunan, perikanan, maupun peternakan, sehingga sektor ini menjadi fokus pembangunan.
“Pembangunan pertanian menjadi penekanan karena tidak mungkin Kukar terus menerus mengandalkan sektor tambang dan penggalian, terutama migas dan batu bara, mengingat sektor tambang tidak selamanya bisa bertahan,” kata Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Rabu, 26 Agustus 2025.
Komitmen terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas ini bahkan sudah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, sehingga pihaknya memiliki dasar kuat dalam penguatan pertanian.
Ia juga mengaku optimistis pertanian di Kukar akan terus meningkat karena juga didukung oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) setempat yang diketuai oleh Edi Damansyah, Bupati Kukar periode sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir pun Kukar berhasil menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Paling tidak hal ini dapat dilihat dari produksi padi dalam dua tahun terakhir, yakni pada 2023 Kukar memproduksi sebanyak 115.103 ton gabah kering giling (GKG) dan pada 2024 sebanyak 106.553 ton GKG.
Terbanyak kedua adalah Kabupaten Penajam Paser Utara dengan produksi padi 2023 sebanyak 45.100 ton GKG, kemudian pada 2024 sebanyak 48.113 ton, lalu terbanyak ketiga yakni Kabupaten Paser sebanyak 28.608 ton pada 2023 dan 52.886 ton GKG pada 2024.
Sebelumnya, saat panen raya bersama Komandan Kodim 0906/KKR Letkol (CZI) Damai Adi Setiawan, Ketua KTNA Kukar Edi Damansyah, dan pihak terkait di Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, bupati meyakini kepengurusan KTNA Kukar periode 2025-2030 yang baru saja dilantik, mampu menjadikan Kukar mampu meningkatkan produksi pertanian.
“Tidak dipungkiri selama kepemimpinan Ketua KTNA Kukar Bapak Edi Damansyah yang kini dipercaya kembali memimpin KTNA, sektor pertanian dalam arti luas di Kabupaten Kukar bisa mengangkat harkat, derajat, dan martabat petani semakin baik. Semoga di periode kedua ini para petani makin sejahtera,” kata Aulia.