IKNPOS.ID – Arus investasi swasta di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) terus bertambah. Investasi sekitar Rp4,3 triliun masuk ke IKN melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan hunian ASN dan rumah tapak senilai Rp2,6 triliun, serta proyek jalan dengan nilai sekitar Rp1,7 triliun.
Otorita IKN memastikan prosesnya terus berjalan, meski masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Menurut Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, dua proyek lain sebelumnya sudah disetujui Menteri Keuangan, yakni pembangunan 8 tower hunian ASN oleh PT Nindia Karya di WP 1A dan 109 unit rumah tapak tipe 390 m² oleh PT Intiland di WP 1B dan 1C.
“KPBU yang saat ini sudah membuat FS ada dua. Kalau sudah oke, nanti Menteri Keuangan menyiapkan availability payment untuk pembayaran tahunannya. Kemudian ada dua yang sudah disetujui Menteri Keuangan, yaitu untuk hunian 8 tower dan 109 rumah tapak,” kata Basuki, Kamis, 28 Agustus 2025.
Ia juga menegaskan, KPBU menjadi strategi pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur dasar tanpa membebani APBN. Skema ini dinilai efisien karena melibatkan swasta mulai dari pembiayaan, pembangunan, hingga pengelolaan.
“Kami komunikasi terus karena setelah itu nanti disetuju Menteri Keuangan, kita tender dengan right to match kepada inisiatornya. Jadi itu sekarang progresnya ada dua, yang lainnya sedang FS,” ujarnya.