Home Sport Fenomena Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Hijrah ke Asia Tenggara: Menit Bermain atau Finansial?
Sport

Fenomena Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Hijrah ke Asia Tenggara: Menit Bermain atau Finansial?

Share
Thom-Haye-gabung-Persib-Bandung
Share

IKNPOS.ID – Fenomena mengejutkan tengah melanda dunia sepak bola nasional. Sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia memilih untuk hijrah dan mencari peruntungan di kawasan Asia Tenggara.

Bahkan, beberapa di antaranya kini resmi berseragam klub-klub besar di Liga 1 Indonesia maupun liga negara tetangga.

Nama Rafael Struick dan Thom Haye jadi sorotan utama. Struick memilih bergabung dengan Dewa United, sementara Haye memperkuat Persib Bandung sebagai rekrutan anyar musim ini.

Tak hanya di Indonesia, duo naturalisasi lainnya, Sandy Walsh dan Shayne Pattynama, justru merantau ke Thailand untuk memperkuat klub papan atas Buriram United.

Alasan di Balik Kepindahan: Cari Menit Bermain?

Langkah ini menimbulkan tanda tanya besar. Apakah faktor finansial menjadi alasan utama? Atau justru karena mereka sulit mendapatkan menit bermain di kompetisi luar negeri?

Jika dilihat dari data, faktor kesempatan tampil tampaknya menjadi alasan paling masuk akal:

  • Rafael Struick hanya bermain 10 kali bersama Brisbane Roar di A-League Australia sepanjang musim, dengan torehan 1 gol.

  • Shayne Pattynama mulai tersisih dari skuad KAS Eupen di Belgia, hanya tampil 19 kali dengan sebagian besar dari bangku cadangan.

  • Sandy Walsh bersama Yokohama Marinos di Jepang juga minim kesempatan, hanya 8 kali tampil sebelum pindah ke Buriram United.

Sementara itu, Jordi Amat lebih memilih kembali ke Indonesia setelah kontraknya habis bersama Johor Darul Ta’zim (Malaysia) dengan bergabung ke Persija Jakarta.

Sedangkan talenta muda, Jens Raven, mencoba peruntungan barunya bersama Bali United setelah sebelumnya bermain di Belanda.

Liga Indonesia Jadi Magnet Baru?

Menariknya, eksodus ini justru menguntungkan Liga Indonesia. Dengan hadirnya nama-nama berlabel Timnas Indonesia, daya saing kompetisi domestik ikut meningkat.

Klub-klub juga diuntungkan karena kedatangan pemain berpengalaman internasional bisa mendongkrak popularitas dan daya tarik komersial.

Namun, ada sisi lain yang perlu dikritisi. Apakah fenomena ini benar-benar murni soal kualitas liga, atau sekadar karena mereka tidak lagi mendapat tempat di level Eropa dan Asia Timur?

Share
Related Articles
Kartini Modern di Rumput Hijau IKN! 140 Siswi Jalani Training Center PSSI dalam AFC Women’s Football Day 2026
Sport

Kartini Modern di Rumput Hijau IKN! 140 Siswi Jalani Training Center PSSI dalam AFC Women’s Football Day 2026

IKNPOS.ID - Lanskap olahraga di Ibu Kota Nusantara (IKN) mencatatkan sejarah baru...

Prediksi Indonesia vs Bulgaria FIFA Series
Sport

Prediksi Formasi Timnas Indonesia Lawan Bulgaria: John Herdman Rotasi Lini Serang Garuda

IKNPOS.ID - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyiapkan kejutan strategi dalam laga...

Sport

Bezzecchi Juara MotoGP Amerika 2026, Aprilia Dominasi, Marquez Finis Kelima

IKNPOS.ID -- Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, sukses meraih kemenangan pada seri...