Ambisi vs Ilusi
Dalam analisisnya, Achmad memberi peringatan keras agar pemerintah tidak terjebak dalam euforia.
“Jalur itu yang membedakan ambisi dari ilusi. Taruhan besar menuntut disiplin lebih besar, tata kelola investasi yang bebas rente, penegakan hukum yang menutup kebocoran, serta keberanian merevisi regulasi agar pasar bekerja untuk rakyat, bukan melawan rakyat,” tegasnya.
Dengan kata lain, ambisi APBN tanpa defisit bisa jadi milestone bersejarah, tapi juga berpotensi menjadi fatamorgana jika tata kelola tidak dijalankan secara konsisten.
Titik Balik Tahun Kedua Pemerintahan Prabowo
Achmad menambahkan, tahun kedua pemerintahan Prabowo Subianto ini berpotensi menjadi titik balik penting. Jika konsistensi dijaga dan outcome nyata diprioritaskan, kesejahteraan rakyat bisa benar-benar meningkat.
“Kurangi slogan, perbanyak outcome. Pada akhirnya, rakyatlah yang paling berhak merasakan hasil pembangunan,” tutup Achmad. (Bianca Khairunisa)
- 48 persen PDB
- 5 Triliun
- ambisi APBN nol defisit Prabowo
- analisis ekonom APBN 2026
- APBN 2026
- defisit APBN
- defisit APBN 2
- ekonomi Indonesia
- nota keuangan
- Pidato Kenegaraan
- pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto
- Prabowo APBN 2027 2028
- Prabowo Subianto
- RAPBN 2026
- RAPBN 2026 belanja negara Rp3.786
- target APBN tanpa defisit
- target APBN tanpa defisit 2027 2028