Di antara para diaspora yang menyambut, ada Nini Martini yang telah tinggal di Paris hampir 50 tahun. Ia merasa momen ini sangat membanggakan.
“Kita bersyukur Bapak bisa mendapat undangan yang paling hebat ya. Untuk saya paling (hebat), dari negara Prancis. Dalam hari Bastille Day, besok. Itu jarang-jarang ya,” ucap Nini.
Jefri Simanjuntak, diaspora asal Sumatra Utara yang sudah menetap di Paris selama satu dekade, juga menyampaikan rasa bangganya bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo.
“Saya sangat bangga soalnya hal yang pertama kali Pak Prabowo lakukan langsung menjawab saya dengan kata horas. Jadi saya sebagai orang Batak, saya sangat bangga dan terapresiasi,” kata Jefri.
Ia juga berharap kunjungan ini membuka lebih banyak ruang kerja sama strategis antara dua negara.
“Saya mengharapkan lebih banyak lagi kerja sama bilateral antarnegara Indonesia-Prancis. Karena kita merasa Prancis juga memiliki potensi sebagai negara yang dapat membangun negara Indonesia,” ujarnya.
Puncak kunjungan Presiden Prabowo akan berlangsung pada Senin 14 Juli 2025, saat parade militer Bastille Day digelar di Champs-Élysées. Tahun ini, Indonesia mencatat sejarah dengan turut mengirimkan kontingen khusus, terdiri dari 500 personel gabungan TNI-Polri serta taruna akademi, untuk ikut berbaris bersama pasukan militer Prancis.
- Anang Surdwiyono Ask ChatGPT
- Bastille Day
- Champs-Élysées
- diaspora Indonesia di Paris
- Emmanuel Macron
- Fabien Penone
- hubungan Indonesia Prancis
- kontingen Indonesia Bastille Day
- kunjungan kenegaraan Prabowo
- Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau
- Muhammad Oemar
- Orly Airport Paris
- parade militer Prancis
- Paris
- penyambutan Prabowo di Prancis
- Prabowo Subianto
- Presiden RI di Prancis
- sambutan warga Indonesia di Paris
- TNI Polri Bastille Day







