Catatan Dahlan Iskan

Merah Putih

Share
Share

Dengan mendapatkan modal dari bank, pengurus memang harus mempertanggungjawabkan pinjaman tersebut. Harus dapat laba.

Pihak bank sudah lebih dulu melihat proposal bisnis masing-masing. Dengan demikian bank sudah bisa menghitung risiko pinjaman yang diberikan.

Yang menarik, pinjaman itu tanpa agunan. Yang menjamin adalah pemerintah. Bahwa pinjaman tersebut kelak macet, pemerintah yang membayar. Caranya: dana desa dari pemerintah pusat tidak lagi diberikan ke desa. Dana itu untuk membayar pinjaman ke bank yang macet.

Yang jelas, pembentukan 80.000 koperasi desa Merah Putih ternyata berjalan lancar. Sesuai target. Sebelum peringatan Hari Koperasi nanti pasti sudah terbentuk semua. Di seluruh Indonesia. Sudah legal semua.

Sambil menunggu bimbingan teknis berikutnya, sebagian pengurus koperasi sudah rapat: bisnis apa saja yang akan dilakukan. Umumnya mereka sama: pilihan nomor 1 adalah jadi pangkalan gas Elpiji. Itu bagi koperasi di kelurahan. Mereka tidak memikirkan hasil pertanian.

Koperasi Merah Putih sudah sampai tahap hamil tua. Ia anak kandung Presiden Prabowo Subianto. Ia akan jadi anak andalan untuk mengubah sistem perekonomian negara. Dari sistem naga ke sistem bendera. (Dahlan Iskan)

Share
Related Articles
Catatan Dahlan Iskan

Berpisah Istri

Oleh: Dahlan Iskan Saya berpisah lagi dengan istri: di Makkah. Hampir selalu...

Imron Djatmika
Catatan Dahlan Iskan

Imron Djatmika

Oleh: Dahlan Iskan Inilah dua orang yang tahu kapan harus berhenti jadi...

FDI Purbaya
Catatan Dahlan Iskan

FDI Purbaya

Oleh: Dahlan Iskan Konkret saja. Saya mencoba inventarisasikan apa saja yang jadi...

Catatan Dahlan Iskan

Guinness Patrick

Oleh: Dahlan Iskan Selain Bahlil ada lagi orang hebat dari Fakfak: Patrick...