Home Tekno Bitcoin Tampil Perkasa Saat Emas Tersungkur, Investor Global Ubah Haluan
Tekno

Bitcoin Tampil Perkasa Saat Emas Tersungkur, Investor Global Ubah Haluan

Share
Infografis perbandingan Bitcoin vs Dolar AS sebagai penyimpan nilai di hari Ulang Tahun Satoshi Nakamoto
Ulang Tahun ke-50 Satoshi Nakamoto, Mampukah Bitcoin Akhiri Dominasi Dolar AS--
Share

Bitcoin, menurutnya, tidak hanya menjadi aset alternatif, tapi juga alat lindung nilai baru yang mulai dipertimbangkan institusi keuangan besar. Karakteristik Bitcoin yang tidak bergantung pada otoritas pusat dan suplai terbatasnya yang hanya 21 juta koin, menjadikan aset ini unik.

“Bitcoin tidak dikendalikan oleh bank sentral dan tidak bisa dicetak ulang seperti mata uang fiat,” jelasnya. “Jumlahnya terbatas hanya 21 juta koin, dan hal ini diatur langsung oleh protokolnya.”

Namun, bukan berarti Bitcoin kebal terhadap gejolak. Harga BTC tetap bisa naik turun dipengaruhi sentimen pasar, termasuk reaksi terhadap kebijakan ekonomi global atau eskalasi konflik antarnegara. Meski demikian, sifat deflasioner Bitcoin menjadi nilai tambah tersendiri.

“Namun, berbeda dengan mata uang fiat yang peredarannya bisa ditambah sesuai keputusan bank sentral, suplai Bitcoin bersifat tetap, sehingga memberi nilai protektif terhadap inflasi jangka panjang,” lanjut Antony.

Ia pun membandingkan kondisi dua aset utama dunia saat ini: emas dan Bitcoin. Jika emas mulai menunjukkan kelemahannya dalam menghadapi tekanan kebijakan, maka Bitcoin justru tampil sebagai alternatif yang tangguh.

“Ada realokasi kepercayaan. Aset digital seperti Bitcoin memberi akses ke dunia tanpa batas, dengan efisiensi dan transparansi yang belum pernah ada sebelumnya,” ucapnya.

Kecenderungan ini juga mulai terasa di Indonesia. Antony mencatat bahwa investor muda semakin menunjukkan kesadaran dalam menyusun portofolio jangka panjang dengan strategi yang matang.

“Di Indonesia, tren yang sama mulai tampak jelas, investor muda semakin sadar akan peran Bitcoin dalam diversifikasi portofolio jangka panjang, ada peningkatan minat untuk berinvestasi dengan pendekatan terencana, bukan spekulatif,” ujarnya.

Meski Bitcoin sedang naik daun, Antony tak menampik bahwa emas masih punya tempat.

“Emas punya warisan ribuan tahun, sedangkan Bitcoin menawarkan nilai strategis dalam ekonomi digital masa depan. Keduanya relevan, tergantung konteks dan kebutuhan investor,” tutupnya. *

Share
Related Articles
Tekno

Samsung Galaxy S24 vs iPhone 15, Mana yang Lebih Worth It? Ini Perbandingan dari Pengalaman Nyata!

IKNPOS.ID - Di tengah persaingan smartphone flagship yang semakin ketat, Samsung Galaxy...

Tekno

Xiaomi 18 Series Dikabarkan Usung Kamera Ganda 200 MP dan Chip 2nm, Siap Debut 2026

IKNPOS.ID - Xiaomi disebut-sebut tengah menyiapkan lini flagship terbarunya, Xiaomi 18 series,...

Tekno

Harga dan Spesifikasi Vivo T5 Resmi di Indonesia, Baterai 7.200mAh dan Snapdragon 6s Gen 2 Jadi Andalan

IKNPOS.ID - Vivo resmi menghadirkan smartphone terbaru dari lini T Series ke...

Samsung Galaxy S26 Ultra
Tekno

Samsung Galaxy S26 Series Hadir dengan Privacy Display, Solusi Aman untuk Perempuan Aktif di Era Digital

IKNPOS.ID - Di tengah dunia yang semakin digital, isu privasi menjadi perhatian...