Home Borneo Pemkab Kutai Targetkan Zero Stunting di Kabupaten Penyangga IKN
Borneo

Pemkab Kutai Targetkan Zero Stunting di Kabupaten Penyangga IKN

Share
Share

IKNPOS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) berkerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kabupaten tanpa stunting.

Progres ditandai dengan prevalensi stunting yang terus menurun berkat penanganan dan mitigasi secara berkelanjutan.

“Dalam upaya penanganan dan pencegahan stunting, pemkab melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutai Kartanegara melakukan intervensi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Pemberian Makanan Bergizi (PMB),” ujar Bupati Kukar, Edi Damansyah, Selasa, 13 Mei 2025.

Menurutnya, PMT dan PMB ini ditujukan bagi bayi dan anak balita yang berpotensi stunting, gizi buruk atau gizi kurang.

Termasuk sejumlah intervensi lain, baik melalui edukasi kepada orang tua, pelibatan kader, hingga memaksimalkan peran pos pelayanan terpadu (posyandu) di kabupaten penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.

“Berbagai program dan aksi ini dilakukan secara konsisten sebagai langkah menuju target zero stunting dimulai dari tanpa adanya stunting baru di Kabupaten Kukar, sehingga perlu dilakukan percepatan dengan pelaksanaan langkah konkret melalui gerakan intervensi serentak,” katanya.

Ia optimis ke depan tidak ada penambahan stunting baru karena berdasarkan data yang ada dari tahun ke tahun kabupaten ini terus mengalami penurunan kasus stunting, karena semua pihak bergerak seirama untuk sama-sama mewujudkan cita-cita tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari perkembangan dari tahun ke tahun, seperti prevalensi stunting di Kukar dari 27,1 persen pada 2022, turun menjadi 17,6 persen pada 2023, dan turun lagi menjadi 14,6 persen pada 2024.

“Saya berharap semua pihak tidak bosan bergotong-royong menuntaskan persoalan stunting maupun gizi kurang. Mari kita berdayakan semua pihak terkait, terutama di desa atau kelurahan, karena di unsur pemerintahan dasar ini telah memiliki posyandu dan unsur lainnya,” kata Edi.

Unsur pendukung selain posyandu itu mulai dari kepala desa/ lurah sebagai penanggungjawab, yang kemudian dapat melibatkan lembaga kemasyarakatan setempat seperti PKK, karang taruna, hingga pengurus RT.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....