Home Borneo BPS Ungkap Fakta Mengejutkan! IKN Gagal Serap Tenaga Kerja, Sektor Tambang Justru Melonjak Tajam!
Borneo

BPS Ungkap Fakta Mengejutkan! IKN Gagal Serap Tenaga Kerja, Sektor Tambang Justru Melonjak Tajam!

Share
Share

IKNPOS.ID – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur sempat menjadi magnet bagi tenaga kerja dari berbagai daerah. Namun, kini situasinya berbalik.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mengungkap bahwa sektor konstruksi  yang jadi andalan dalam proyek IKN justru mengalami penurunan dalam penyerapan tenaga kerja.

Padahal, proyek pembangunan masih berjalan. Tapi mengapa justru tenaga kerja di sektor konstruksi menyusut?

Hanya 11.512 Tenaga Kerja Terserap dari Sektor Konstruksi

Dalam laporan resmi BPS Kaltim yang dirilis Minggu (25/5/2025), Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana menjelaskan bahwa sepanjang periode Februari 2024 hingga Februari 2025, sektor konstruksi hanya mampu menyerap 11.512 tenaga kerja.

Ini angka yang cukup kecil jika dibandingkan dengan geliat pembangunan besar-besaran di kawasan IKN.

Penurunan ini cukup kontras dengan ekspektasi publik yang mengira bahwa proyek sekelas IKN akan terus menyerap banyak tenaga kerja di bidang konstruksi. Namun nyatanya, yang terjadi di lapangan tidak demikian.

Justru Pertambangan dan Jasa Profesional yang Melejit

Alih-alih konstruksi, sektor pertambangan justru menjadi primadona dalam penyerapan tenaga kerja. Tercatat, sebanyak 46.002 orang berhasil diserap ke sektor ini selama satu tahun terakhir.

Disusul sektor jasa profesional dan perusahaan dengan tambahan 35.189 tenaga kerja, dan sektor pengadaan listrik, gas, dan air yang juga bertumbuh dengan penyerapan 0,50 persen poin dari total pekerja.

Tidak hanya itu, sektor pertanian pun ternyata ikut tumbuh dengan menyerap 22.808 pekerja baru.

Hal ini menunjukkan bahwa peluang kerja di Kalimantan Timur semakin bergeser ke sektor-sektor lain yang tidak secara langsung terkait proyek IKN.

Penurunan Drastis di Dunia Pendidikan

Di sisi lain, sektor jasa pendidikan mengalami penurunan tenaga kerja paling besar, yakni kehilangan 22.469 pekerja. Ini jadi catatan tersendiri karena sektor pendidikan biasanya cukup stabil.

Apakah ini berarti banyak lembaga pendidikan yang mengalami pengurangan pegawai atau efisiensi? Data belum menjelaskan secara rinci, namun ini sinyal penting yang tak boleh diabaikan.

Share
Related Articles
IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
Borneo

Samarinda Perkuat Jalan Konektor ke IKN, Pemkot Fokus Benahi Akses Warga dengan Anggaran Rp15 Miliar

IKNPOS.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan perannya dalam menyongsong pembangunan Ibu...

Borneo

Menkop Ferry Juliantono: Alfamart-Indomaret Stop Ekspansi ke Desa

IKNPOS.ID - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengeluarkan pernyataan tegas terkait peta...

Borneo

Upaya Pengamanan Ramadan hingga Arus Balik, Operasi Gabungan Digelar di Serambi IKN

IKNPOS.ID - Operasi gabungan lintas instansi digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara...

Borneo

Pemkab PPU Siapkan Sanksi bagi Pelaku Usaha di Serambi IKN yang Tak Patuhi SE Ramadan

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) telah...