IKNPOS.ID – Popularitas Telegram terus melesat pada 2024, dengan pengguna aktif bulanannya mendekati 1 miliar. Aplikasi pesan ini semakin menjadi ancaman serius bagi WhatsApp, yang masih memimpin dengan 2 miliar pengguna hingga akhir 2023. Nah, pada 2025 ini Telegram vs WhatsApp, mana yang lebih unggul?
Filosofi Inti Telegram
Didirikan oleh Pavel Durov, pengusaha Rusia yang kini bermarkas di Dubai, Telegram dikenal karena komitmennya terhadap kebebasan berekspresi. Durov pernah meninggalkan Rusia setelah menolak permintaan pemerintah untuk membatasi suara oposisi di platform VK, yang kemudian ia jual sebelum meluncurkan Telegram.
“Pertumbuhan kami seperti kebakaran hutan. Tahun ini, pengguna aktif bulanan akan tembus 1 miliar,” ujar Durov dalam sebuah wawancara.
Perlawanan Terhadap Sensor Pemerintah
Salah satu daya tarik utama Telegram adalah posisinya yang netral dan minim intervensi pemerintah. Meski sering mendapat tekanan dari berbagai negara untuk membatasi informasi, Telegram tetap berpegang pada prinsip kebebasan informasi.
Namun, Durov justru menyoroti ancaman privasi dari raksasa teknologi seperti Apple dan Google. Menurutnya, kedua perusahaan ini memiliki kendali besar atas data pengguna dan berpotensi melakukan sensor sepihak.
Peran Telegram dalam Konflik Global
Telegram menjadi sumber informasi penting saat konflik Rusia-Ukraina meletus. Platform ini menjadi saluran komunikasi yang tidak tersensor, meski juga rentan terhadap penyebaran disinformasi.
Durov mengklaim bahwa Telegram pernah menjadi target peretasan oleh FBI, yang mencoba merekrut engineer untuk membuka akses “backdoor”. Namun, upaya tersebut gagal berkat sistem enkripsi yang kuat.
Aplikasi Pesan Telegram vs WhatsApp
Kini, Telegram tidak hanya menjadi alternatif WhatsApp, tetapi juga masuk dalam jajaran platform digital global bersama Facebook, Instagram, TikTok, dan WeChat. Bahkan, kabarnya Telegram sedang mempersiapkan IPO di bursa AS setelah mulai menghasilkan keuntungan.
Alasan Durov memilih Dubai sebagai markas besar Telegram cukup strategis. Ia menyebut Uni Emirat Arab sebagai negara yang netral dan aman untuk mengembangkan perusahaan teknologi tanpa tekanan geopolitik.
Telegram vs WhatsApp: Mana Lebih Unggul
Dengan pertumbuhan yang begitu pesat, Telegram berpotensi menjadi pesaing terberat WhatsApp. Namun, tantangan seperti disinformasi, tekanan pemerintah, dan persaingan dengan raksasa teknologi tetap menjadi ujian besar bagi Durov dan timnya. Kalau menurut kamu Telegram vs WhatsApp, lebih suka mana?