IKNPOS.ID – Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan bahwa dirinya belum mengetahui jadwal pasti kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, agenda tersebut merupakan ranah eksekutif dan akan diumumkan secara resmi oleh pihak yang berwenang.
“Saya belum tahu jadwalnya, karena itu merupakan urusan eksekutif. Nanti akan ada kabar resmi dari pihak terkait,” ujar Dasco saat di Kompleks Widya Chandra.
Investor Qatar Tertarik Berinvestasi di IKN
Selain membahas kunjungan Presiden Prabowo ke IKN, Dasco juga menyinggung minat investor asing untuk menanamkan modal di proyek pembangunan ibu kota baru tersebut. Ia menyebut bahwa beberapa investor dari luar negeri, termasuk dari Qatar, telah menyatakan ketertarikannya.
“Sejauh yang saya dengar, ada beberapa investor dari Qatar dan negara lainnya yang berminat untuk berinvestasi di IKN, khususnya di Danantara,” ujarnya.
Namun, Dasco belum mendapatkan informasi rinci mengenai sektor investasi yang akan mereka masuki maupun nilai investasi yang akan digelontorkan oleh para investor tersebut.
Keputusan Kunjungan Prabowo Ada di Tangan Eksekutif
Ketika kembali ditanya mengenai jadwal kunjungan Prabowo ke IKN, Dasco menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki wewenang untuk memberikan kepastian. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan pemerintah eksekutif.
“Saya belum tahu dan tidak bisa memberikan kepastian karena keputusan itu ada di pihak eksekutif. Saya tidak ada informasi mengenai hal tersebut,” ungkapnya.
Fokus Dasco di Legislatif
Sebagai Wakil Ketua DPR RI, Dasco menjelaskan bahwa tugasnya lebih berfokus pada kerja legislatif, sehingga ia belum mendapatkan informasi mendalam terkait rencana investasi di IKN maupun jadwal kunjungan Presiden Prabowo.
“Saya hanya mendengar kabar secara umum, namun untuk detailnya saya belum tahu. Itu ranahnya eksekutif dan pihak yang berkepentingan di bidang investasi,” pungkasnya.
Hingga saat ini, jadwal kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke IKN masih belum dapat dipastikan.