IKNPOS.ID – Pasca migrasi mainnet Pi Network yang disertai wajib KYC, pasar PI mengalami volatilitas signifikan. Investor kini menghadapi ketidakpastian. Apa yang bisa investor harapkan sepanjang April 2025 ini? Apakah akan terjadi pemulihan atau justru kelanjutan tren bearish?
PI Terjebak dalam Downtrend
Sejak mencapai rekor tertinggi (ATH) 3 pada Februari 2025, PI terus terkoreksi, turun 780.67. Pola descending channel yang terbentuk mengkonfirmasi dominasi bearish, dengan harga konsisten membentuk lower high dan lower low.
Menurut Alvin Kan, COO Bitget Wallet, tekanan jual berasal dari tiga faktor utama:
- Unlock token massal pasca-migrasi mainnet.
- Lemahnya permintaan di tengah pasokan meningkat.
- Sentimen negatif akibat keterlambatan pengembangan utilitas.
Volume perdagangan harian PI pun merosot 89% dari $1,38 miliar (Maret) ke $156 juta, menandakan memudarnya minat jangka pendek.
Sinyal Oversold vs Dominasi Bearish
- RSI (37,2): Mendekati wilayah oversold (<30), berpotensi memicu rebound ke $0,90 jika ada momentum beli.
- Balance of Power (-0,69): Menunjukkan penjual masih mendominasi, dengan risiko penurunan ke $0,62 jika tekanan jual berlanjut.
“Rebound mungkin terjadi, tetapi tanpa perubahan fundamental seperti peningkatan utilitas atau pembakaran token, pemulihan berkelanjutan sulit diwujudkan,” jelas Kan.
Arah PI di April Migrasi Mainnet Pi Network
- Perkembangan Teknologi: Adopsi fitur baru seperti smart contract atau partnership strategis.
- Kebijakan Tokenomics: Apakah tim akan mengurangi inflasi melalui mekanisme pembakaran?
- Sentimen Pasar Global: Pemuluhan crypto market cap secara keseluruhan bisa mendorong aliran modal ke PI.
Skenario Potensial untuk Harga PI
- Bullish Case: Breakout di atas $0,90 bisa membuka jalan ke $1,20 jika volume beli meningkat.
- Bearish Case: Penembusan $0,62 mungkin memicu panicselling ke $0,50.
April 2025 bisa menjadi bulan kritis pasca Migrasi Mainnet Pi Network. Investor perlu memantau konfirmasi breakout/reversal, perkembangan fundamental, dan volume perdagangan untuk menghindari jebakan volatilitas.