Catatan Dahlan Iskan

Monorail Mau

Share
Share

MISALKAN Anda punya ide: di setiap stasiun KRL di Jakarta dibangun apartemen kelas biasa.

Rumah susun –tapi jangan disebut rumah susun. Misalkan, masing-masing 20 lantai. Tiap stasiun beberapa unit. Keretanya masuk ke apartemen itu. Seperti yang di Chongqing, Tiongkok, itu (Disway: BACA JUGA:Apartemen Kereta).

Mungkinkah ide Anda itu bisa diterima? Lalu jadi kenyataan?

Coba saja. Toh alasan untuk mengemukakan ide itu lebih kuat dari riwayat lahirnya kereta masuk apartemen di Chongqing.

Ide itu harus Anda niatkan untuk sesuatu yang mulia: agar jumlah golongan kelas menengah kita terus bertambah. Agar negara cepat maju.

Anda sudah tahu: waini terlalu banyak orang yang berpendapatan tetap di Jakarta menghabiskan gajinya untuk biaya transportasi.

Sebenarnya mereka telah menghemat dengan cara naik KRL. Tapi rumah mereka jauh dari stasiun –hanya bisa beli rumah yang harganya masih terjangkau.

Karcis KRL-nya sendiri murah. Rp 1.500. Dulu. Entah sekarang. Tapi biaya transport dari rumah ke stasiun jauh lebih mahal dari itu. Naik ojek bisa Rp 8.000 sampai 15.000. Pulangnya pun segitu.

Rumah di sekitar stasiun sudah mahal. Tidak terjangkau. Maka pemerintah bisa bekerja sama dengan KAI: bangun rumah susun di lahan stasiun KRL. Biayanya minta dicarikan lewat Danantara.

Atau ide itu Anda teruskan ke menteri perumahan. Toh Anda tahu: Ara (Maruarar Sirait, Red), sang menteri, lagi pusing menghadapi para pengembang. Program membangun tiga juta rumahnya banyak dipersoalkan pengembang.

Tapi, sekali lagi, niat ide Anda itu harus tulus: untuk membuat negara ini kian masuk akal. Menggunakan lebih separo gaji untuk biaya transportasi adalah tidak masuk akal. Padahal itu transportasi ke tempat kerja.

Kalau rumah mereka bisa di sekitar stasiun langsung biaya hidup mereka turun drastis. Untuk transportasi bisa turun 70 persen. Bisa untuk meningkatkan kesejahteraan.

Saat saya ikut melihat kereta masuk apartemen di Chongqing Sabtu lalu saya membayangkan alangkah enaknya penghuni apartemen itu. Stasiunnya di lantai enam apartemen mereka. Lantai-lantai di bawah stasiun dipakai untuk komersial.

Share
Related Articles
Juara Dunia
Catatan Dahlan Iskan

Juara Dunia

Oleh: Dahlan Iskan Sepatu harus dicopot. Ganti sandal: sandal halo. HP tidak...

Catatan Dahlan Iskan

Hidup QRIS!

Catatan Dahlan Iskan

Harga Diri
Catatan Dahlan Iskan

Harga Diri

Oleh: Dahlan Iskan Saya minta penanya yang angkat tangan itu naik ke...

Yossi Cohen
Catatan Dahlan Iskan

Yossi Cohen

Oleh: Dahlan Iskan Intel bisa salah. Pun ”jendralnya” intel: Yossi Cohen. Korbannya...