Home Tekno Harga Pi Network Anjlok 86%, Binance Ogah Listing, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Tekno

Harga Pi Network Anjlok 86%, Binance Ogah Listing, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Share
harga pi turun tajam
Ilustrasi - Penolakan pencatatan Binance salah satu penyebab Harga Pi Coin turun tajam.
Share

IKNPOS.ID – Dunia kripto lagi-lagi dihebohkan dengan kabar dari salah satu proyek paling banyak dibicarakan beberapa tahun terakhir, yakni Pi Network. Sayangnya, kabar ini bukan berita bagus.

Per pukul 13.00 WIB, kemarin (5/4/2025), harga Pi coin tercatat hanya USD 0,44 per koin.

Dalam seminggu terakhir, nilai ini anjlok tajam hingga 45,7%, dan bila dibandingkan dengan harga puncaknya di USD 2,99, artinya nilai Pi sudah terjun bebas lebih dari 86%. Waduh!

Lantas, apa penyebab turunnya harga Pi Network ini dan kenapa koin yang dulu digadang-gadang akan jadi “Bitcoin versi rakyat” belum juga muncul di bursa besar seperti Binance? Yuk, kita bedah satu per satu.

Pasokan Pi Terus Dibanjiri, Harga Sulit Stabil

Menurut laporan dari Techlicious dan pengamat kripto internasional, penyebab utama turunnya harga Pi coin adalah karena pasokan token yang terus dibuka (unlocked) dalam jumlah besar.

Bayangin aja, sepanjang bulan Maret 2025, lebih dari 71 juta token Pi dilepas ke pasar. Belum habis napas, bulan April ini, sebanyak 118 juta token lagi akan dibuka. Kebayang dong gimana tekanan jualnya?

Sayangnya, hingga kini tim inti Pi Network (Core Team) belum menunjukkan upaya serius untuk menjaga atau mendongkrak nilai token mereka. Alhasil, harga Pi dibiarkan meluncur bebas tanpa rem.

Binance Belum Listing Pi

Harapan komunitas Pi agar koin mereka masuk Binance, bursa kripto terbesar di dunia, juga belum membuahkan hasil. Padahal, polling komunitas sempat ramai mendukung agar Pi segera terdaftar.

Menurut Nguyen Ha Minh Thong, pendiri Cabo Capital di Ho Chi Minh City, penyebab utama Pi belum dilisting adalah karena mainnet Pi masih tertutup alias “enclosed network.”

Artinya, transaksi Pi masih terbatas di dalam ekosistem mereka sendiri dan belum memiliki likuiditas nyata di pasar terbuka.

Padahal, Binance punya syarat ketat: sebuah koin harus berjalan di blockchain publik yang bisa diverifikasi agar transparan dan bisa dipercaya. Sayangnya, Pi belum bisa memenuhi itu.

Masalah Transparansi & Tokenomics Pi Network

Selain masalah teknis, banyak pengamat juga meragukan transparansi tokenomics Pi Network.

Walau diklaim total suplai koin Pi adalah 100 miliar, jumlah yang beredar secara aktif di pasar (circulating supply) masih abu-abu.

Diperkirakan hanya sekitar 6,8 miliar, tapi tanpa data resmi. Bahkan, tim Pi sempat membakar 10 juta token tanpa penjelasan publik. Hal ini menimbulkan kecurigaan: ada potensi manipulasi harga?

Binance butuh data jelas soal:

Share
Related Articles
Huawei MatePad Mini 2
Tekno

Bocor! Huawei MatePad Mini 2 Siap Rilis, Bawa Layar OLED dan 5G Super Ngebut

IKNPOS.ID – Informasi terbaru mengenai tablet generasi terbaru dari Huawei mulai mencuat...

realme c100
Tekno

GILA! realme C100 Siap Guncang Pasar, HP Tahan Banting Khusus Mahasiswa dengan Desain Unik Blooming

IKNPOS.ID – realme kembali bersiap meramaikan pasar entry-level dengan menghadirkan perangkat terbaru...

Melalui peluncuran global Redmi K90 Max , Xiaomi, vendor asal China ini resmi memperkenalkan standar baru dalam ketahanan daya smartphone.
Tekno

Xiaomi Uji Ponsel Redmi dengan Baterai 10.000 mAh, Tren Baru di Industri Smartphone

Xiaomi dilaporkan sedang mengembangkan tiga ponsel pintar terbaru melalui submerek Redmi yang...

Tekno

Harga HP Samsung Terbaru April 2026 Stabil, A Series Justru Naik! Ini Daftar Lengkapnya

IKNPOS.ID - Pasar smartphone Tanah Air kembali menunjukkan dinamika menarik. Per 26...