IKNPOS.ID – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud mengingatkan agar Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tidak terlalu tinggi. Sebab, Silpa bukanlah tabungan. Jika Silpa terlalu tinggi berarti program suatu daerah belum matang.
Hal itu disampaikan Rudy beberapa waktu lalu saat memberikan arahan Paparan Kinerja Perangkat Daerah.
Dia mengingatkan seluruh jajarannya untuk lebih cermat dalam penyusunan program dan anggaran. Program yang disusun harus sepenuhnya demi kemanfaatan besar bagi warga Kaltim.
“Ini penting sekali saya ingatkan. Perencanaan anggaran yang disusun Pemprov Kaltim harus menganut prinsip dasar efektif, efisien, akuntabel, transparan dan tepat sasaran,” tegasnya.
Rudy mengingatkan agar jajaran Pemprov Kaltim menghindari rekayasa atau manipulasi perencanaan anggaran.
Menurutnya sejak awal perencanaan anggaran harus dipastikan sesuai kebutuhan program atau kebutuhan masyarakat, bukan program untuk mengakomodasi kepentingan orang atau pihak-pihak tertentu.
“Penting juga memerhatikan timing (waktu). Jangan sampai program sudah dibuat bagus, tapi satker (satuan kerja) tidak bisa melaksanakan,” pesan Gubernur.
“Dan ingat, program yang dianggarkan harus unggulan dan urgen tinggi,” tandasnya lagi.
Berikutnya, catatan penting juga diberikan untuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (Silpa).
“Silpa itu bukan tabungan. Silpa terjadi karena perencanaan kurang matang. Apalagi kalau Silpa sampai Rp5 triliun. Padahal rakyat sangat membutuhkan,” kritik Gubernur.
Semua program yang sudah dianggarkan, ketika sudah ditetapkan, maka harus bisa dilakukan eksekusi. Akan menjadi hal yang sangat tidak baik saat terjadi Silpa tinggi, sementara di sisi lain banyak program yang harus dieksekusi.
“Sekali lagi, pastikan program-program ini adalah unggulan dan kebutuhan masyarakat. Dan yang sangat menjadi prioritas adalah pendidikan,” tegasnya.
Rudy minta agar jajaran Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim Ahmad Muzakkir memimpin jajarannya untuk menyisir anggaran dari awal yang berpotensi menjadi Silpa.