Dlukha menekankan pentingnya analisis laboratorium terhadap sampel bahan bakar untuk mengungkap penyebab pasti.
“Analisis laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah bahan bakar sesuai standar pemerintah,” tukas Dlukha.
Menjawab pertanyaan mengapa tidak semua kendaraan mengalami masalah serupa, Dlukha menjelaskan bahwa perbedaan spesifikasi kendaraan, terutama pada sistem bahan bakar, mempengaruhi kerentanan terhadap kontaminasi.
Kendaraan modern dengan sistem pompa bahan bakar lebih rentan mengalami penyumbatan filter, dan kerusakan pompa akibat kontaminan.
Namun berdasarkan pengamanan dari media sosial, Dlukha menduga penurunan kualitas bahan bakar menjadi penyebab utama gejala ‘brebet’ dan mogok.
Karena itu, Dlukha mendesak agar pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM segera melakukan investigas menyeluruh.
Uji kandungan BBM harus dilakukan mulai produsen hingga penyalur.
“Pemerintah perlu menguji kualitas bahan bakar secara menyeluruh dengan melibatkan produsen, distributor, dan penyalur guna memastikan kepatuhan standar dan mendeteksi kontaminan,” tegasnya.
- Antrean Panjang BBM di SPBU Kalti
- BBM oplosan
- BBM Oplosan bikin motor brebet
- BBM Oplosan di Kaltim
- BBM Subsidi di Kaltim
- Clear and Clean
- Dr. Eng. Samsu Dlukha Nurcholik
- Fenomena Kendaraan Brebet
- Fenomena Kendaraan Brebet di Kaltim
- Gubernur Kalti Rudy Mas'ud
- Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
- Gubernur Rudy
- Gubernur Rudy undang investor bangun SPBU di Kaltim
- Hotline 135 PERTAMINA
- Indikasi BBM Oplosan
- Inspeksi Mendadak
- Kendaraan Brebet di Kaltim
- Kendaraan rusak akibat BBM Oplosan
- Manager Retail Sales Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga Addieb Arselan
- On Spek
- Pemprov Kaltim Sidak BBM
- Pengecekan BBM
- Penyebab Kendaraan Brebet
- Pertalite
- Pertamax
- Refinery
- Sidak BBM
- Sidak SPBU
- SPBU
- Struk pembelian BBM
- Tangki Timbun
- Terminal BBM
- Uji Coba BBM
- Water Hammer