Catatan Dahlan Iskan

Pertamax Oplos

Share
Share

Setiap membangun kilang harus jelas dulu akan mendapat minyak mentah dari mana. Baru desainnya disesuaikan.

Untuk bisa mandiri, BBM masih harus dibangun beberapa kilang lagi. Agar tidak tergantung pada orang seperti Mohamad Reza Khalid. Begitu hebatnya tuduhan oplosan ini.

Sampai orang seperti Ahok, komut Pertamina saat itu, mengaku tidak tahu ada praktek seperti itu. Ahok menyarankan dibongkar habis saja ke mana uangnya mengalir.

Saya memuji wartawan Liputan6 yang mewawancarai Ahok dengan sangat baik. Eksklusif. Anda lihat sendiri videonya.

Untuk membersihkan Pertamina harusnya Ahok, di video itu, jadi direktur utama. Bukan komisaris utama. Jabatan komut hanya seperti macan ompong. Tidak bisa memecat. Kalau bisa memecat sudah ia pecat semua.

“Tapi lebih baik jadi macan ompong dari pada macan sirkus,” katanya di Liputan6 itu. Saya tidak bisa menebak siapa yang ia maksud dengan macan sirkus.

Maksudnya: jadi macam ompong masih bisa menyemprot dan memarahi mereka. Meskipun yang dimarahi biasanya hanya diam menunduk sepanjang rapat.

“Kalau saya yang jadi dirut satu hari bisa saya beresi,” katanya.

Saya setuju dengan Ahok. Pertamina buka-bukaan saja. Toh uang hampir seribu triliun itu masuk ke perusahaan. Ups…bukan begitu. Pertamina beli bensin oplosan dengan harga Ron 92. Padahal yang diterima dari pedagang hanya Ron 90.

Berarti uang hampir Rp 1.000 triliun itu masuk ke penjual oplosan? Pertamina membeli dengan harga Ron 92 menjual dengan Ron 92. Tidak dapat apa-apa. Pertamina tertipu hampir seribu triliun. Kerugian negara.

Berarti seluruh karyawan Pertamina juga harus marah: perusahaanya ditipu hampir seribu triliun.

Mengapa bisa ditipu. Selama lima tahun. Senilai sampai hampir seribu triliun. Ahok saja tidak tahu. Apalagi karyawan biasa Pertamina.

Namun Ahok juga seperti agak meragukan tuduhan itu benar-benar terjadi. Jangan-jangan, ia bilang, latar belakangnya hanya ingin ganti pemain saja. “Kejagung kan menduga, boleh juga dong kita juga menduga,” katanya.

Ahok akan dengan senang hati datang bila dipanggil Kejagung. Akan ia serahkan semua data yang ia miliki. “Asal dibuka untuk umum,” katanya. “Saya dulu juga menunggu dipanggil DPR tapi gak dipanggil-panggil,” katanya.

Share
Related Articles
bulan bulat
Catatan Dahlan Iskan

Bulan Bulat

Oleh: Dahlan Iskan Awalnya bukan resto itu sendiri yang menarik perhatian saya....

Buka Blak
Catatan Dahlan Iskan

Buka Blak

Oleh: Dahlan Iskan Siapa yang "kecopetan" terbanyak di krisis bursa saham belakangan...

Ibadah Stres
Catatan Dahlan Iskan

Ibadah Stres

Oleh: Dahlan Iskan Kalau saja permintaan MSCI dipenuhi,apa saja yang akan berubah...

PT Bukan
Catatan Dahlan Iskan

PT Bukan

Orang seperti apa yang lebih cocok memimpin lembaga keuangan: orang yang suka...