Home Borneo Gubernur Rudy Gagas Ubah KIPI Maloy Jadi Kawasan Berikat Bebas Pajak, Ini Alasannya
Borneo

Gubernur Rudy Gagas Ubah KIPI Maloy Jadi Kawasan Berikat Bebas Pajak, Ini Alasannya

Share
KIPI Maloy harus direvitalisasi
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud mengatakan, KIPI Maloy harus direvitalisasi.Foto: @pemprov_kaltim/IG
Share

IKNPOS.ID – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menyoroti perkembangan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy/KIPI Maloy. Dia meniai, Kek Maloy yang dulu bernama kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Maloy harus direvitalisasi.

Dengan revitalisasi itu KIPI Maloy atau Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) dapat memicu ekonomi dan menjadi lumbung penghasil devisa negara.

“Kita perlu revitalisasi KIPI Maloy,” tandasnya saat Briefing dan Target Kerja Kepala Perangkat Daerah/Unit di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kalimantan Timur, belum lama ini.

Pemerintah Provinsi Kaltim, lanjutnya, harus mengubah paradigma KIPI Maloy menjadi big future untuk rencana besar membangun ekonomi Kaltim bertaraf internasional.

Dia juga menggagas KIPI Maloy menjadi berikat merupakan kawasan pabean dan sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) namun bebas pajak.

“KIPI Maloy bisa kita ubah statusnya menjadi kawasan berikat yang bebas pajak,” tegasnya.

Alasan KIPI Maloy harus direvitalisasi

Dengan mengubahnya menjadi berstatus Kawasan berikat, Rudy meyakini akan banyak industri-industri masuk ke KIPI Maloy.

Selanjutnya, Rudy mengatakan akan berkomunikasi dengan kementerian terkait mengenai rencananya itu.

“Kita akan segera melakukan komunikasi dengan kementerian terkait,” ujarnya.

Selain kawasan industri, KIPI Maloy tetap menjadi pelabuhan berskala internasional karena potensi besarnya.

Dimana, KIPI Maloy di Kawasan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur berhadapan dan berada di alur laut kepulauan Indonesia (ALKI II).

ALKI II merupakan alur laut dalam yang ekonomis dan aman dilalui dari ALKI laninnya.

Bahkan kawasan yang mencakup Selat Lombok, Selat Makassar dan Laut Sulawesi ini menjadi jalur lalulintas kapal yang padat dengan sekitar 36.774 kapal berbagai jenis dan ukuran melintasinya.

“Kapal-kapal dari berbagai negara yang melintas bisa singgah di KIPI Maloy dan kita menghasilkan devisa untuk negara,” tegasnya.

Tidak hanya Kek Maloy atau KIPI Maloy, orang nomor satu Benua Etam ini mendorong agar KEK Kariangau di Balikpapan, KEK Buluminung di Penajam Paser Utara menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Share
Related Articles
Borneo

Upaya Penghematan BBM di Serambi IKN, Pemkab Penajam Terapkan WFH Setiap Jumat

IKNPOS.ID - Untuk menghemat penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pemerintah Kabupaten Penajam...

Pengawasan Makan Bergizi Gratis Kaltim
Borneo

Wakil Ketua DPRD Kaltim Soroti Program Makan Bergizi, Ingatkan Jangan Sampai Ada Penyelewengan

IKNPOS.ID - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, memberikan catatan...

Borneo

Ekspor Kaltim Anjlok 31,25% di Januari 2026, Batubara dan CPO Terpukul Keras!

IKNPOS.ID - Kinerja ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan tajam pada Januari...

Borneo

Pemkab PPU Gratiskan Pemasangan Sambungan Air Bersih di Serambi IKN

IKNPOS.ID - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) memperluas...