IKNPOS.ID – Ibu Kota Nusantara (IKN), yang tengah dalam proses pembangunan, semakin menarik perhatian publik, terutama setelah adanya isu terkait pemberian lahan gratis bagi negara tetangga.
Terkait hal ini, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, akhirnya buka suara untuk menjelaskan lebih lanjut tentang usulan tersebut.
Isu ini memunculkan berbagai spekulasi setelah pernyataan Basuki terkait pemberian lahan gratis bagi negara tetangga yang akan digunakan untuk membangun kantor duta besar jika ibu kota Indonesia resmi beralih ke IKN.
Namun, Basuki menegaskan bahwa hal tersebut hanya sebatas usulan dan bukan keputusan final. Ia juga menambahkan bahwa keputusan ini akan melalui proses lebih lanjut dan harus mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Usulan Lahan Gratis untuk Negara Tetangga di IKN
Basuki mengungkapkan bahwa salah satu usulan yang ada adalah pemberian sebagian lahan di IKN untuk negara tetangga, dengan tujuan membangun kantor duta besar di wilayah ibu kota baru Indonesia. Menurutnya, ini adalah langkah yang wajar dalam konteks diplomasi internasional.
“Lahan gratis ini untuk membangun duta besar,” ungkap Basuki dalam klarifikasinya.
Ia menegaskan bahwa usulan tersebut belum final dan masih menunggu ketok palu dari Presiden.
“Saya tegaskan bahwa bukan saya yang memutuskan. Saya sampaikan bahwa saya akan mengusulkan kepada Bapak Presiden sebagai langkah untuk menarik mereka lebih cepat,” jelasnya.
Pembagian Lahan Gratis Merupakan Praktik Lumrah
Lebih lanjut, Basuki menjelaskan bahwa pembagian lahan gratis kepada negara lain untuk membangun kantor duta besar bukanlah hal yang aneh atau baru.
Ia menyebutkan bahwa negara lain juga melakukan hal serupa kepada Indonesia.
“Itu pun ada aturannya di Kemlu. Di Kemlu kalau resiprokal, kalau kita di sana di kasih, di sini bisa dikasih. Tidak serta merta,” tegas Basuki.
Pembagian lahan gratis ini berlandaskan prinsip resiprokal, yang berarti jika Indonesia mendapatkan fasilitas serupa di negara lain, maka hal itu dapat diterapkan juga di tanah air.