Home Borneo Jadi Habitat Bekantan, Kelestarian Hutan Mangrove di Serambi IKN Perlu Dijaga
Borneo

Jadi Habitat Bekantan, Kelestarian Hutan Mangrove di Serambi IKN Perlu Dijaga

Share
Share

IKNPOS.ID – Keberadaan hutan mangrove sangat penting bagi wilayah pesisir. Selain bisa menahan hempasan gelombang air laut, hutan mangrove juga menjadi habitat satwa.

Salah satu wilayah yang memiliki hutan mangrove adalah Desa Babulu Laut, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).

Hutan mangrove di wilayah ini tidak hanya menjadi benteng pertahanan bagi permukiman dan kehidupan masyarakat yang tinggal di Babulu Laut atau pesisir Kalimantan lainnya.

Ekosistem mangrove juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna. Salah satu yang bergantung pada kelestarian rimbun mangrove adalah Bekantan.

Untuk menjaga habitat Bekantan, Yayasan Planet Urgensi Indonesia (YPUI), lembaga non profit internasional yang berperan dalam program-program rehabilitasi lingkungan hidup, aktif menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah ini.

Menurut data yang dihimpun YPUI, sejak tahun 1995 pembukaan hutan terjadi secara masif di daerah itu. Masyarakat yang mulai mengenal tambak sebagai kegiatan ekonomi, mengkonversi hutan mangrove menjadi areal budidaya ikan dan udang.

“Seiring waktu terjadi intrusi atau air laut melimpas ke darat diikuti ancaman abrasi,” ujar Fathurahmah, salah satu tim YPUI yang menjadi koordinator program di Kaltim.

Kondisi tersebut menjadi dasar YPUI dan mitra lainnya mengintervensi rehabilitasi mangrove di daerah yang hanya berjarak 80 kilometer dari Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.

Bekantan adalah spesies primata berhidung panjang ini merupakan fauna endemik yang hanya dapat ditemui di Pulau Kalimantan. Monyet dengan nama latin Nasalis Larvatus itu juga kerap dijumpai di Babulu Laut.

Keberadaan Bekantan di alam masuk dalam status kepunahan endangered atau genting menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Kondisi mangrove di Babulu Laut seperti yang dijelaskan di atas, menjadi tantangan tersendiri bagi keberlanjutan hidup penghuni asli Kalimantan ini.

Menurut peneliti primata dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Atmoko, ketahanan populasi Bekantan sangat tergantung dari kondisi habitatnya. Sebagai hewan pemakan daun, Bekantan bergantung pada rimbun hutan yang menjadi tempat tinggal dan sumber pakannya.

Share
Related Articles
Tol Akses IKN Gratis Mudik 2026
Borneo

Tol IKN Seksi 3A-2 Percepat Akses Balikpapan–Samarinda ke Kawasan Pemerintahan Baru

IKNPOS.ID - Keberadaan Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 mulai...

Borneo

Mengejutkan! Kaltim Siapkan 1.270 Ton Sampah per Hari Demi Listrik, Ini Rencana Besarnya

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah menyiapkan pasokan sampah...

Borneo

Sorotan Ekonom soal IKN: Risiko Pemborosan hingga Usulan Kampus dan Alih Fungsi Infrastruktur

IKNPOS.ID - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat dalam...

Program bedah rumah Kaltim digeber, kuota naik jadi 3.000 unit. Jadwal dipercepat, Balikpapan jadi fokus utama pemerintah.
Borneo

Bedah Rumah Digeber! Kuota Melejit 3.000 Unit di Kaltim, Jadwal Maju—Balikpapan Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Pemerintah tancap gas mempercepat program bedah rumah di Kalimantan Timur....