Pendekatan teknologi dalam upaya konservasi juga terus dikembangkan, misalnya assisted reproductive technology (ART) dan biobank, yang pengembangannya dilakukan melalui kerja sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan dengan Sekolah Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Begitu juga dengan pengembangan teknologi seed bank yang terus dikembangkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM).
Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di IKN diharapkan dapat berperan sebagai wadah untuk koleksi plasma nutfah Indonesia, wahana edukasi, dan riset kehati Indonesia, center of excellence aplikasi teknologi reproduksi, menjadi hub training dan kerja sama dalam pengembangan dan pemanfaatan ART, biobank, seed bank, serta sebagai pusat data dan informasi plasma nutfah Indonesia.
Pusat Plasma Nutfah diyakini memiliki berbagai manfaat jangka panjang, antara lain pelestarian keanekaragaman hayati, mendukung ketahanan pangan dan membantu menghadapi perubahan iklim serta tantangan dalam pertanian.
Selain itu, menjadi sumber penting bagi penelitian ilmiah, memungkinkan pengembangan varietas baru yang lebih tahan terhadap hama, penyakit, dan kondisi lingkungan yang ekstrem.
Pusat Plasma Nutfah juga berkontribusi pada restorasi ekosistem yang terdegradasi dengan menyediakan bahan genetik untuk pemulihan spesies yang terancam punah.
Fungsi lainnya yaitu sebagai tempat edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.
Secara keseluruhan, Pusat Plasma Nutfah berperan penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan di masa depan.