Home Borneo Pj Gubernur Kaltim: Tingkatkan PAD Tanpa Bebani Warga IKN
Borneo

Pj Gubernur Kaltim: Tingkatkan PAD Tanpa Bebani Warga IKN

Share
Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim Akmal Malik mengumumkan UMP dan UMSP tahun 2025 Rabu 11 Desember 2024. Foto: @pemprov_kaltim/IG
Share

IKNPOS.ID – Pj Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim berkomitmen meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, khususnya di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pernyataan ini disampaikan setelah Kaltim meraih tiga penghargaan bergengsi di ajang APBD Award 2024, yang digelar di Jakarta, Rabu 18 Desember 2024.

“Kemarin Pak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sudah telepon langsung saya dan mengapresiasi langkah Pemprov Kaltim berkreasi meningkatkan PAD tanpa menambah beban masyarakat,” ujar Akmal.

Pada ajang tersebut, Kaltim menerima penghargaan dalam tiga kategori: Peningkatan PAD Tertinggi, Realisasi Pendapatan Tertinggi, dan Realisasi Belanja Tertinggi.

Akmal menjelaskan bahwa upaya meningkatkan PAD sering kali diidentikkan dengan menaikkan pajak. Namun, Pemprov Kaltim memilih pendekatan berbeda dengan diversifikasi sumber penerimaan, seperti:

  • Pajak pendapatan air bawah tanah.
  • Pajak alat berat, yang sebelumnya kurang tersentuh namun potensial memberikan kontribusi besar.

Pajak kendaraan bermotor (PKB) tetap menjadi andalan, tetapi Pemprov Kaltim mendorong kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu tanpa harus menaikkan tarif.

“Yang kami dorong adalah menggugah pemilik kendaraan agar disiplin membayar pajak,” katanya.

Dengan peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah IKN hampir 100 persen, penggunaan bahan bakar pun meningkat, sehingga otomatis menambah penerimaan pajak.

Realisasi PAD dan Penghargaan
Kepala Bapenda Kaltim, Ismiati, mengungkapkan capaian Kaltim dalam kategori realisasi PAD tertinggi:

  • Tahun 2022: Dari target Rp9,2 triliun, terealisasi Rp10,6 triliun (115,23%).
  • Tahun 2023: Dari target Rp18,6 triliun, terealisasi Rp17,7 triliun (94,93%).

“Dibandingkan provinsi lain, persentase realisasi PAD Kaltim termasuk tinggi,” ujarnya.

Realisasi belanja daerah Kaltim juga mencapai 91,11 persen dari target.

Akmal berharap strategi diversifikasi pajak yang diterapkan Kaltim dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia.

Share
Related Articles
Borneo

Masuk Awal Ramadan, Harga Cabai dan Daging di Serambi IKN Merangkak Naik

fin.co.id - Harga sejumlah komoditas seperti cabai dan daging sapi di Kabupaten...

Borneo

Besaran Zakat Fitrah di Kabupaten Penyangga IKN Turun Rp3.000 pada Ramadan 2026

IKNPOS.ID - Nilai zakat fitrah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan...

Borneo

Pemprov Kaltim Jadi Sorotan! Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar Picu Perdebatan Publik

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menjadi sorotan publik setelah terungkap...

Borneo

Selama Ramadan Peserta Didik di Serambi IKN Dapat Menu MBG Makanan Kering

IKNPOS.ID - Selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, peserta didik di Kabupaten Penajam...