IKNPOS.ID – Seiring dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami perbaikan menunjol sepanjang tahun 2024.
Dengan perbaikan signifikan tersebut, maka Bank Indonesia (BI) Kaltim memproyeksikan ekonomi di Benoa Etam itu akan tumbuh mencapai 6,30%.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim Bayuadi Hardiyanto mengatakan, pada tahun Naga Kayu ini akan ditutup dengan perekonomian yang tumbuh di rentang 5,50% hingga 6,30% secara tahunan (year on year/YoY).
Proyeksi tersebut didasari keyakinan adanya perbaikan perekonomian yang cukup signifikan.
“Ekonomi Kaltim terus menunjukkan perbaikan yang signifikan,” ujarnya, Senin 2 Desember 2024.
Namun demikian, dinamika global tetap harus diwaspadai, karena bisa mempengaruhi stabilitas inflasi dalam target nasional 2,5±1% pada tahun 2025.
Karena itu penting peran kunci dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga.
Plt Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Deni Sutrisno, mengatakan ada empat pilar utama dalam arah kebijakan perekonomian Kaltim.
Pertama, menguatkan kolaborasi antara berbagai sektor.
Kedua, digitalisasi ekonomi menjadi jalan menuju efisiensi dan inovasi.
Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci daya saing.
Keempat, pembangunan berkelanjutan.
Deni mengapresiasi peran Bank Indonesia yang tidak hanya menjaga stabilitas tetapi juga mendorong transformasi ekonomi.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus bersinergi kuat dan berkolaborasi erat bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan seluruh pihak khususnya dalam membangun perekonomian di Kalimantan Timur,” harap Deni.